KATASUMBAR- Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Sebaran asap dipengaruhi arah angin dari tenggara serta perlambatan angin di Sumbar yang menyebabkan asap terakumulasi.

Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan berdasarkan pemantauan citra satelit hingga Jumat (16/10/2026) pagi, terdeteksi sekitar 2.300 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang di Sumatera Selatan dan Jambi.

“Berdasarkan monitoring citra satelit hingga pagi ini, titik panas terbanyak terjadi di Sumatera Selatan dan Jambi, sekitar 2.300-an titik dengan kepercayaan medium,” ungkap Yudha saat dikonfirmasi, Jumat menjelang siang, kemarin.

Ia menjelaskan, arah angin di Sumbar saat ini berasal dari tenggara. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah di tenggara Sumbar diduga terbawa masuk dan menyelimuti sejumlah daerah.

Selain arah angin, kecepatannya juga berpengaruh terhadap penyebaran asap. Perlambatan angin di wilayah Sumbar menyebabkan asap tidak cepat terdispersi sehingga terakumulasi dan memperburuk kualitas udara.

BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori sangat tidak sehat. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memperburuk kondisi udara.

“Dengan kondisi udara dalam kategori sangat tidak sehat, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan tidak memperparah kondisi dengan melakukan pembakaran lahan,” ujarnya.

Yudha menyebut pemerintah telah menindaklanjuti kondisi tersebut, termasuk melalui penerbitan edaran terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sementara itu, dalam beberapa hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih kecil. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat membuat kabut asap bertahan apabila tidak terjadi perubahan cuaca dan pola angin yang mendukung penyebarannya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti arahan pemerintah setempat, terutama apabila kondisi udara kembali memburuk.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.