KATASUMBAR – Di tengah segala keterbatasan, seorang pria di Bukittinggi bernama Juhendri (41), tetap bisa bekerja layaknya pria normal kendati ia tuna netra.
Hen, begitu ia kerap disapa, bahkan bekerja sebagai seorang mekanik segala jenis sepeda motor. Tingkat keahliannya tak main-main, ia sanggup service hingga membongkar mesin.
Sekilas mungkin tampak mustahil, tapi ini benar adanya. Ia hapal semua letak baut, mur maupun onderdil dari motor.
Hen membuka bengkel atau showroom sepeda motornya di Aua Ateh, atau Jalan Prof.M Yamin sebelum RRI Bukittinggi. Ia menamakan bengkelnya dengan Berkat Yakin, sesuai dengan tekadnya, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan bisa.
“Jadi, bagi pelanggan yang ingin perbaiki motor, biasanya kan menceritakan keluhan, atau saya dengar langsung dari suara mesinnya,” ungkap Hen mengenai caranya mendiagnosa kerusakan.
Pria asal Palembayan ini mengalami kebutaan total berawal dari tahun 1999. Kala itu, ia terbangun di suatu pagi, dan mendadak tak bisa melihat samasekali. Sejak saat itu, pria yang berprofesi sebagai sopir tersebut, mendadak berubah.
“Lantas saya berobat, dan bisa melihat sedikit hingga 2002, lepas itu kembali buta total. Selama itu saya tetap coba berobat, bahkan hingga ke Jakarta. 2009 saya baru tahu kalau kebutaan ini karena penyakit glaukoma,” jelasnya diperbaharui pada Selasa 31 Mei 2022.
Penyakit ini terjadi akibat kerusakan syaraf pada bola mata, yang cenderung sulit sembuh. Hen tak meratapi nasibnya, namun ia mencoba menerima kenyataan dan perlahan ia bangkit.
“Saya kemudian belajar mengurut, dan itu menjadi pekerjaan utama saya hingga sekarang. Sebelumnya saya juga hobi elektronik, tapi karena keterbatasan mata saya alihkan hobi ini ke motor,” jelasnya.
Ia mengatakan, hobi memperbaiki sepeda motor ini dimulai 2008 silam secara aotodidak. Berbekal semangatnya yang tak pernah menyerah, 2009 ia mulai bisa menguasai teknik sepeda motor.
“Tidak ada yang tidak bisa tanpa seizin Allah, akhirnya saya bisa. Dahulu, sebelum saya buta, bahkan saya tak bisa mengganti oli sendiri, sekarang saya mampu bongkar mesin, ini kekuasaan tuhan,” ungkapnya.
Perkara sepeda motor, kesulitan yang Hen alami hanyalah masalah seperti tak bisa melihat speedometer, lampu dan sejumlah hal teknis lainnya. Masalah ini tentu bisa dipecahkan dengan bantuan konsumen atau anaknya.
Secara fisik, Hen tampak tak seperti orang buta pada umumnya, matanya tetap bisa berkedip kendati bola matanya sedikit besar dari ukuran normal.
“Memang banyak yang terkecoh, konsumen sering tak sadar jika saya buta, setelah saya jelaskan mereka pun paham,” terang pria beranak 3 itu.
Kekinian, Hen tampak nyaman menjalani aktivitasnya dengan tukang urut dan mekanik motor. Ia sama sekali tak mengeluh atau menyerah dengan keterbatasannya.
Terkait soal urut, ia juga ahli dan memiliki banyak pelanggan tetap, salah satunya adalah Iwet, langganannya sejak 10 tahun terakhir.
“Hen bekerja dengan mata hati, bukan dengan mata kepalanya,” ungkap Iwet.
Bagi warga Bukittinggi yang punya keluhan dengan sepeda motor, atau ingin membeli sepeda motor bekas, maupun ingin mengurut badan, silahkan kunjungi tempat Hen bekerja. Lokasinya persis di pinggir jalan raya.
Banyak pelajaran bisa kita petik dari pria ramah ini, terutama soal kehidupan. Tunanetra ini punya semangat positif dan mampu menjalar ke setiap orang yang berada di dekatnya.
Untuk melihat Hen beraksi memperbaiki sepeda motor, kita bisa melihatnya di sini.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


