KATASUMBAR– Akses tiga kampung di Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar terisolasi akibat putus jembatan di kampung, Selasa 7 Mei 2024.

Iwen (43), seorang warga setempat, tiga kampung terisolasi itu adalah
Kampung Koto Kandis, Pauah, dan Kampung Koto Pulai ke Kampung Tampunik.

Menurut Iwen, dari tiga kampung terisolasinya ini sedikitnya dihuni oleh 5 ribu jiwa, saat ini untuk sampai harus memutar mencari jalur alternatif sepanjang 7 kilometer.

“Ya, karena harus memutar jauh. Sejak tahun 2004 dibangun, jembatan ini memperdekat akses kami,” ungkapnya pada wartawan.

Ia menjelaskan, peristiwa putusnya jembatan itu membuat warga geger, sebab berdasarkan laporan warga saat jembatan akan roboh, ada dua orang warga yang tengah melintas di atasnya.

“Namun apakah benar atau tidak, belum bisa kita pastikan. Sebab hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan ada keluarganya yang hilang,” jelasnya.

Lanjutnya, kejadian itu sudah melaporkannya kepada wali nagari dan camat untuk ditindaklanjuti ke tingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

“Sebab kami berharap penanganan dengan segera bisa dilakukan. Karena kejadian ini membuat sekitar 5 ribu jiwa warga yang mendiami Kampung Koto Kandis, Pauh dan Koto Pulai ke Kampung Tampunik telah terisolasi,” terangnya.

Terpisah, Camat Lengayang, Alpriyendri membenarkan kejadian itu, dan pihaknya melalui petugas telah turun ke lokasi melihat kondisi di lapangan.

Akibat kejadian itu, lanjutnya, saat ini warga harus melewati jalur alternatif yang ada sejauh 7 kilometer. Jalur alternatif itu, melingkar ke Kampung Kalumpang Koto Baru, dan sebaliknya.

“Karena jauh, maka masyarakat berharap penanganan segera bisa dilakukan oleh pemerintah. Hitungan sementara besar kerugian atas kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 5 miliar,” katanya.

Terkait dugaan dua orang warga yang diduga terseret saat jembatan itu roboh, sudah dilakukan penelusuran ke lokasi.

Lanjutnya, dari keterangan warga lainnya yang juga menyaksikan ketika itu, ternyata tidak ada warga yang terseret.

“Itu hanya salah lihat dari kejauhan. Walau demikian kita tetap meminta warga untuk melaporkan bila ada keluarganya yang hilang di sekitar nagari tersebut,” ujarnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.