KATASUMBAR – Rute Sumbar–Jakarta selalu menjadi lintasan prestisius bagi perusahaan otobus (PO) asal Ranah Minang. Namun dalam dua tahun terakhir, dua nama yang sempat mencuri perhatian, Sembodo dan Pangeran, perlahan menghilang dari lintasan panjang itu.
Keduanya meninggalkan jejak berbeda, namun sama-sama menandai dinamika industri transportasi yang terus berubah.
Sembodo: Pelopor Sleeper Class yang Mengubah Standar Kenyamanan
Nama Sembodo mulai dikenal luas oleh penumpang Sumbar–Jakarta sekitar tahun 2021–2022. Saat itu, perusahaan asal Jawa ini membawa terobosan baru ke ranah Minang dengan menghadirkan layanan Sleeper Class, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di jalur lintas Sumatera–Jawa.
Dengan desain kabin menyerupai kapsul tidur dan layanan layaknya maskapai udara, Sembodo langsung mendapat tempat di hati penumpang jarak jauh. Ciri khas lain yang membuatnya menonjol adalah kehadiran pramugari, hal yang jarang ditemui di bus AKAP.
BACA JUGA: Tahun Ini 2 PO Bus Tutup Rute Jakarta-Sumbar, Salah Satunya Pelopor Sleeper Class
Namun masa keemasan itu tak berlangsung lama. Sejak Mei 2025, nama Sembodo mendadak menghilang dari agen-agen resmi dan aplikasi pemesanan tiket. Di media sosial, bus ini masih terlihat aktif, namun dengan fokus baru di jalur Pulau Jawa seperti Jakarta–Surabaya dan Jakarta–Malang.
Perubahan itu menandai pergeseran strategi bisnis. Diduga, tingginya biaya operasional lintas pulau, terutama akibat tarif penyeberangan Merak–Bakauheni dan kenaikan harga BBM, membuat perusahaan ini memusatkan armadanya di rute dengan perputaran cepat dan permintaan tinggi di Jawa.
Kini, Sembodo dikenal bukan lagi sebagai “bus Sumbar–Jakarta”, melainkan sebagai pionir sleeper class antar-kota di Jawa.
PO Pangeran: Harapan dari Bukittinggi yang Kini Fokus di Sumatera
Berbeda dengan Sembodo yang berasal dari luar Sumatera Barat, PO Pangeran adalah kebanggaan lokal. Bus asal Bukittinggi ini mulai mengaspal di lintasan Sumbar–Jakarta sejak 2022, membawa semangat baru dalam industri transportasi Minang.
Dengan livery merah menyala dan armada double glass modern, Pangeran cepat dikenal sebagai bus dengan pelayanan prima dan harga kompetitif. Dalam beberapa waktu, bus ini menjadi pilihan alternatif bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan setara bus papan atas.
Namun sejak Maret 2025, Pangeran menghentikan operasionalnya di jalur Sumbar–Jakarta. Tak ada pengumuman resmi, namun di lapangan, armada mereka kini lebih sering terlihat di rute Sumbar–Medan, lintasan yang dinilai lebih stabil dan ramai penumpang harian.
Langkah itu menunjukkan pergeseran fokus bisnis dari lintasan antarpulau ke antarprovinsi dalam satu pulau, yang relatif lebih ringan dari sisi biaya dan risiko.
Meski tak lagi melayani rute panjang ke Jakarta, Pangeran masih aktif dan menjaga eksistensinya di ranah Sumatera.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
