KATASUMBAR – Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Najmuddin M Rasul angkat bicara terkait kabar pengunduran diri Wakil Bupati Agam Irwan Fikri.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan Irwan Fikri mengajukan pengunduran diri.
“Ini problem bupati yang diusung oleh gabungan atau koalisi parpol yang tidak dibarengi dengan niat politik untuk melayani publik dan membangun wilayah,” katanya kepada katasumbar.com, Senin (15/5/2023).
Menurutnya, pengunduran diri Wakil Bupati tersebut juga menyangkut kualitas demokrasi dan politik.
Ia melanjutkan, selain itu hal ini juga dipengaruhi peran parpol, artinya bila kepala daerah itu betul-betul seorang kader parpol paslon bupati atau wakil. Bupati atau wakil tersebut akan mengutamakan kepentingan rakyat, sebaliknya bila tidak, yang menonjol adalah kepentingan pribadi.
“Menurut saya ini bagian dari akibat proses pencalonan yang memilki hight cost (biaya tinggi),” pungkasnya kemudian.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri memutuskan mundur dari jabatannya.Irwan sudah mengajukan surat pengunduran diri ke DPRD Agam.
Dalam surat yang beredar, Wabup Agam mengungkapkan ketidakharmonisannya dengan Bupati Andri Warman.
“Setelah menjalani masa jabatan sebagai Wakil Bupati Agam sejak saat pelantikan sampai saat ini, dengan dinamika yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja bupati dan wakil bupati yang menurut saya cenderung tidak bagus,”ungkap Irwan Fikri dalam surat pengunduran dirinya.
Menurut dia, hubungan yang tidak bagus ini berpotensi mengganggu jalannya roda pemerintahan dan masyarakat.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


