KATASUMBAR – India dan Pakistan menjadi pasar ekspor terbesar Sumatera Barat sepanjang Januari-Agustus 2026. Minyak nabati masih menjadi komoditas paling dominan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, total nilai ekspor Sumbar selama delapan bulan pertama 2026 mencapai US$2,29 miliar atau sekitar Rp37 triliun. Angka itu tumbuh 19,55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
India menjadi tujuan utama dengan nilai US$493,65 juta atau 21,55 persen dari total ekspor Sumbar.
“Pada Januari sampai Agustus 2026, India menjadi tujuan utama ekspor Provinsi Sumatera Barat dengan nilai mencapai US$493,65 juta,” kata Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin, Kamis (1/10/2026).
Dari nilai tersebut, 92,32 persen merupakan lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai US$455,79 juta. Disusul sari bahan samak dan celup US$22,86 juta atau 4,63 persen.
Di posisi kedua ada Pakistan dengan nilai ekspor US$419,98 juta atau 18,33 persen. Hampir seluruhnya, yakni 99,87 persen atau senilai US$419,45 juta, juga berupa lemak dan minyak hewan/nabati.
Sementara Tiongkok di peringkat ketiga dengan nilai US$382,91 juta (16,71%). Polanya sama, didominasi minyak nabati US$344,25 juta (89,91%) dan ampas/sisa industri makanan US$13,91 juta.
Selain tiga negara itu, Bangladesh dan Mesir juga jadi pasar penting. Bangladesh menyumbang 11,25 persen dan Mesir 7,94 persen dari total ekspor Sumbar.
Data ini menegaskan ekspor Sumbar masih sangat bergantung pada pasar Asia dan komoditas CPO serta turunannya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

