KATASUMBAR – Seorang pengunjung objek wisata Pantai Purus baku hantam dengan seorang oknum yang mengaku tukang parkir, Sabtu (23/10/2021) lalu.
Oknum tersebut menggunakan modus meminta uang parkir kepada pengunjung padahal ia bukan tukang parkir yang resmi.
Kekinian, pelaku sudah diamankan oleh Polsek Padang Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kata “Purus” atau Puruih mungkin tidak asing lagi bagi warga Sumbar khususnya Kota Padang. Ternyata Purus atau Puruih tersebut bukan berasal dari bahasa Minangkabau. Lantas darimana asal kata Puruih?.
Dilansir dari klikpositif.com – jaringan katasumbar.com, Sejarawan Universitas Andalas (Unand) Anatona Gulo mengungkapkan, Puruih merupakan bahasa Nias. Asal katanya “difurui ita” atau berarti dilipatnya kita.
Menurut Anatona, dahulunya Puruih sekarang ini ditempati oleh masyarakat Nias sering melihat ombak besar melipat dan menggulung pemukiman mereka.
Sehingga terucap oleh mereka difurui ita tersebut. Hingga saat ini, kawasan Puruih memang terkenal dengan ombaknya yang besar dan bergulung-gulung ketika menghempas ke tepi pantai.
“Itulah kenapa daerah itu dinamakan Puruih. Ini dari bahasa Nias, dalam bahasa Minang tidak akan ditemukan apa itu Puruih. Dan di sana (Puruih) juga ditemukan makam-makam orang Nias,” ujarnya.
Anatona menambahkan, Puruih merupakan salah satu pemukiman terbesar orang Nias di Padang.
Dalam sejarahnya, orang Nias di Padang tidak terlepas dari keberadaan kota Padang sebagai pusat pemerintahan VOC Belanda pada akhir abad ke 17.
Kota Padang di masa itu boleh dikatakan sebagai kota metropolitan seperti yang dikatakan oleh Rusli Amran dan kota besar tentu menjadi daya tarik bagi orang untuk mengadu nasib.
Faktor pertama kedatangan orang Nias ke kota Padang adalah untuk merantau dan mencari peruntungan. Sementara faktor kedua adalah karena mereka didatangkan oleh orang-orang Belanda atau orang Cina untuk menjadi tenaga kerja di kota Padang, karena mereka menganggap orang Nias adalah tenaga kerja yang ulet dan gigih.
“Saat itu pada akhir abad 17 itu tidak banyak tenaga kerja orang Melayu atau orang Minang yang mau menjadi tenaga kerja kasar, sehingga didatangkan tenaga kerja dari Nias,” jelasnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


