KATASUMBAR – Linimasa sempat dihebohkan dengan kemunculan seekor Ikan Paus di sekitaran Pulau Pamutusan, Kota Padang.

Kemunculan Ikan Paus ini direkam oleh warganet Guri Ridola lewat akun TikToknya @langkahjauh.

Video yang memperlihatkan penampakkan Paus tersebut diunggah Guri pada Sabtu (10/9) lalu, unggahan itu pun kemudian disebarluaskan warganet.

Pantauan Katasumbar, banyak akun Citizen Journalism yang mengunggah ulang video Ikan Paus itu.

Namun usut punya usut, ternyata penampakkan Ikan Paus itu bukanlah baru-baru ini.

“Video itu saya ambil tahun 2018 lalu saat berkunjung ke Pulau Pamutusan,” katanya pada Katasumbar.

“Sengaja diupload karena pengen seru-seruan aja,” ujar Guri.

Kendati demikian, banyak warganet yang penasaran faktor penyebab kemunculan Paus itu di sekitar Pulau Pamutusan.

Guri menilai, hal itu bisa jadi akibat pola migrasi Paus yang kerap mampir ke Indonesia. Tepatnya perairan Timur Indonesia.

Penjelasan Ahli

Perairan Indonesia merupakan wilayah migrasi bagi sejumlah spesies paus, seperti paus biru, paus sirip, paus sperma, puas bungkuk, paus pilor, dan paus sei.

Terkait rute migrasinya, mereka memanfaatkan perairan zona eksklusif dan alur-alur sempit di antara pulau-pulau kecil di Indonesia.

Setiap musim, hewan laut berukuran besar tersebut berimigrasi dengan melakukan perjalanan dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia melalui perairan Indonesia, terutama melewati Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

Laut Sawu merupakan laut dalam yang dibatasi oleh Pulau Timor, Rote, Sumba, Flores, Solor, Alor, dan Lembata.

Migrasi sendiri bagi paus bertujuan untuk mencari perairan yang hangat bagi mereka untuk melahirkan.

Meskipin harus bermigrasi ribuan mil jauhnya, paus yang baru dilahirkan akan selalu dekat dengan induknya untuk berlindung.

Kemunculan Ikan Paus di perairan Kota Padang ini dinilai sebagai dampak dari pembuangan limbah domestik dari daratan ke laut.

BACA BERITA SEBELUMNYA DISINI

Hal itu diungkapkan Ketua Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan Pascasarjana Universitas Bung Hatta Padang Dr Harfiandri Damanhuri.

Ia menjelaskan, praktek pembuangan limbah itu berdampak pada perubahan pola migrasi Ikan Paus.

“Karena sampah domestik dapat meningkatkan kadar Nitrogen dan Posforus dalam air laut yang dapat menyuburkan kondisi perairan.”

“Sehingga sumber makanan ikan paus menjadi banyak,” katanya dikutip dari Antara.

Pernyataan Harfiandri ini sesuai pula dengan pengakuan Guri. Kala merekam keberadaan ikan itu, ia mengaku Paus tersebut tampak sedang makan.

“Dari posisinya berenang di air, ikan Paus itu tampak seperti sedang makan, karena dilihat dari posisi mulutnya yang dekat dengan permukaan air,” ucapnya.

Di sisi lain, hal juga berdampak buruk pada Paus. Sebab ketika terjadi perubahan pola migrasi, Paus rawan kehilangan rombongannya.

Tak cuma itu, Harfiandri juga menjelaskan, kondisi perairan juga membuat perubahan navigasi Ikan Hiu saat migrasi.

“Ikan paus merupakan hewan yang bermigrasi pada beberapa musim tertentu,” kata dia.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.