KATASUMBAR – Ada pemandangan yang berbeda di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Padang.
Puluhan kendaraan roda empat hingga truk tampak mengular mengantri pengisian bahan bakar.
Pantauan Katasumbar, Rabu (31/8) malam WIB, antrian mengular pada depo pengisian Pertalite.
Antrian tampak terjadi di 5 SPBU di kawasan Padang Barat, Khatib Sulaiman, dan Padang Utara.
Pada 5 SPBU itu, kendaraan mengular hampir sejauh 1 kilometer.
Tak cuma kendaraan roda 4 dan truk, antrian panjang juga tampak pada depo pengisian khusus motor.
Salah seorang pengendara, Sindi (28) mengatakan, antrian sudah terjadi sejak pukul 20:00 WIB.
Ia mengaku, sengaja mengantri pengisian BBM demi bisa menikmati Pertalite harga lama.
“Besok kan udah naik jadi Rp10 ribu perliter. Jadi mending isi sekarang mumpung masih murah,” katanya.
Demi bisa mendapatkan harga murah, Sindi mengaku rela mengantri satu jam.
“Satu jam sudah mengantri, soalnya besok mau berangkat kerja pagi-pagi,” ucapnya.
Rata-rata, menurut dia, pengendara memenuhkan tangki kendaraannya dengan Pertalite harga lama.
“Ya mumpung masih harga lama, mending isi penuh. Jadi bisa hemat.”
“Kenaikan harga Pertalite ini bisa menganggu perekonomian, harusnya dipertimbangin lagi,” jelas dia.
Kenaikan Harga Pertalite
Pemerintah hanya tinggal menunggu waktu untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar Subsidi.
Dikabarkan memang, harga baru kedua bensin tersebut akan berlaku pada September 2022.
Menjawab soal rencana kenaikan harga BBM ini, Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan enggan berkomentar banyak.
Ia hanya bilang. “Kalau BBM, kita tunggu Presiden,” katanya singkat.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.
Ia juga belum dapat memastikan kapan harga baru Pertalite dan Solar Subsidi akan diberlakukan.
Apalagi saat ini, pihaknya juga masih menantikan keputusan tersebut.
“Belum ada info (kenaikan). Prinsipnya kami sebagai operator akan melaksanakan apa yang ditugaskan oleh regulator,” ujar Irto dikutip dari CNBC Indonesia.
Dalam informasi keputusan kenaikan harga BBM di tangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Adapun alternatif kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar Subsidi yang sudah ada di tangan Presiden Jokowi berada dikisaran Rp8.500 per liter – Rp10.000 per liter.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


