KATASUMBAR – Restoran Salero Kito bisa disebut sebagai bisnis kuliner Indonesia yang selamat dari serangan Pandemi Covid-19 di Australia.

Tidak hanya sekedar selamat, tapi Pandemi justru juga memperkuat fundamental bisnis Salero Kito.

Rumah makan ini hadir sebagai restoran yang fokus pada kuliner khas Sumatera Barat.

Setidaknya begitu yang dipahami oleh Afdal Utama, Salah satu pendiri Rumah Makan Salero Kito di Melbourne.

“Pandemi bikin kuliner khas Minangkabau semakin terkenal disini. Masakan Minang mendapat tempat khusus di warga Australia,” katanya pada Katasumbar.

Dalam wawancara langsung, ia pun menceritakan perjuangannya merintis kuliner di negeri Kangguru itu.

Nama Salero Kito

Nama Salero Kito sebenarnya bukan besutan Afdal. Ia membeli nama itu dari seorang pebisnis Indonesia yang telah lebih dulu menggunakannya.

Sebutlah Ezra Toddy. Ezra merupakan pemilik nama sebelumnya Salero Kito dan menjualnya pada Afdal dan rekanan bisnisnya.

“Waktu itu tahun 2014, kami membeli nama Salero Kito dari Ezra dan meneruskan bisnis ini hingga sekarang,” sebutnya.

LEWAT BERITA INI, KAMI MEMPERBAIKI INFORMASI DALAM ARTIKEL SEBELUMNYA

Darisanalah perjuangan alum SMA 1 Padang itu mengenalkan makanan khas Minang di Australia.

“Saya berjuang bersama rekan untuk membesarkan Salero Kito. Bermula dari menyasar pasar pelajar,” kenang Afdal.

Berbisnis di Central Bussines District (CBD) Melbourne diakui Afdal bukanlah perkara yang mudah.

Apalagi, makanan khas Minang pada medio 2014 itu bukanlah produk makanan yang akrab dengan lidah warga Australia.

BACA BERITA SOAL RUMAH MAKAN SALERO KITO LAINNYA DISINI

“Kami mencoba banyak hal agar masakan Minang diterima,” ungkapnya.

Kondisi demikian diperparah begitu Pandemi Covid-19 menyerang. Pada tahun 2020, kata Afdal, banyak usaha yang gulung tikar di Melbourne.

“Namun kami memilih struggling dengan tetap buka. Sedang makanan kami antarkan langsung ke konsumen,” paparnya.

Bantuan Pemerintah

Pilihan Afdal untuk tetap membuka Salero Kito selama Pandemi ternyata adalah langkah yang tepat.

Sebab, kala itu ia mendapatkan bantuan dari pemerintah Melbourne dan pemerintah Australia.

“Kami pun mendapat peluang untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” ucapnya.

“Pelan-pelan kami rancang lagi bagaimana makanan kampung saya bisa diterima,” imbuhnya.

“Mulailah lah saya modifikasi bumbu dan cara memasak makananannya, sebab bule-bule ini suka makanan yang tidak begitu berminyak,” jelas dia.

Ternyata, trik demikian membuat makanan Minang lebih bisa diterima.

“Alhamdulillah laku keras. Salero Kito hadir dengan memberikan varian makanan yang baru dan bisa akrab dengan masyarakat Australia,” katanya.

Hingga kini, Afdal mengaku telah bisa menikmati hasil manis dari berbisnis makanan khas Minang.

“Sekarang, restoran ini makin dikenal. Tidak hanya bagi kalangan diaspora Indonesia, wisatawan Indonesia tapi juga warga Australia,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.