KATASUMBAR  – Senin, 14 Juli 2025, menjadi awal tahun ajaran baru yang penuh ketegangan di SMAN 5 Bukittinggi. Sejumlah ninik mamak (tokoh adat) setempat melakukan aksi penggembokan gerbang sekolah. Akibatnya, seluruh aktivitas pembelajaran terhenti dan para siswa yang sudah datang terpaksa pulang.

Aksi ini dipicu kekecewaan mendalam dari masyarakat sekitar, khususnya warga asli Bukittinggi, yang merasa banyak anak-anak mereka tidak dapat diterima di SMAN 5 Bukittinggi karena terbatasnya kuota penerimaan siswa baru. Padahal, menurut perwakilan ninik mamak, lahan tempat berdirinya sekolah tersebut dulunya merupakan tanah hibah dari kaum adat untuk kepentingan pendidikan anak-anak nagari.

BACA JUGA: Ahli Bagikan Tips Menyenangkan untuk Hari Pertama Sekolah Siswa SD

“Kami hibahkan tanah ini untuk pendidikan anak kemenakan kami di sini. Tapi kenyataannya, banyak anak kami malah tak diterima,” ungkap salah satu ninik mamak di lokasi.

Pantauan KATASUMBAR, aksi penggembokan dilakukan dengan menggembok pintu utama sekolah sejak pagi. Akibatnya, suasana hari pertama sekolah yang seharusnya penuh semangat berubah menjadi kecewa dan kebingungan, baik bagi siswa maupun para guru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat terkait langkah penyelesaian masalah ini. Ninik mamak sendiri menyatakan aksi ini adalah bentuk protes dan seruan agar pihak sekolah dan pemerintah mendengar aspirasi masyarakat adat.

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.