KATASUMBAR- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat mendorong pemerintah dan Pertamina memperketat pengawasan di lapangan menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi.
Ketua YLKI Sumbar, Zulnadi, mengatakan pengawasan langsung perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi peralihan konsumen dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.
“Jangan sampai dengan melonjaknya harga BBM non-subsidi, masyarakat beralih ke BBM subsidi dengan berbagai cara,” ungkapnya.
Ia menilai, petugas SPBU harus lebih cermat dalam mengawasi kendaraan yang mengisi BBM. Pasalnya, potensi kecurangan bisa terjadi, seperti penggunaan pelat nomor tidak sesuai atau kendaraan yang tidak berhak menerima BBM subsidi.
“Ketelitian petugas sangat menentukan. Termasuk larangan pengisian menggunakan jeriken yang tidak sesuai ketentuan,” tegasnya.
YLKI juga meminta aparat penegak hukum melakukan penindakan di lokasi yang dicurigai terjadi pelanggaran. “Kami mengimbau jangan ada celah penyalahgunaan dalam kondisi ini,” tambahnya.
Selain itu, YLKI meminta Pertamina menjamin ketersediaan BBM non-subsidi di seluruh daerah agar tidak menjadi alasan masyarakat beralih ke BBM subsidi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampauw, menyatakan pihaknya telah memperketat pengawasan penyaluran BBM di seluruh SPBU di Sumatera Barat.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperkuat pengawasan dan menjaga ketahanan stok BBM di wilayah Sumbagut,” terangnya.
Ia menjelaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan distribusi BBM sesuai ketentuan, termasuk mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 terkait penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran.
Pertamina, lanjutnya, tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi. Sanksi tegas akan diberikan kepada SPBU maupun operator yang melanggar.
“Langkah ini juga sebagai upaya pencegahan potensi penyelewengan serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.
Selain pengawasan, Pertamina juga melakukan penguatan stok di sejumlah titik strategis guna menjaga ketahanan pasokan energi bagi masyarakat.
Diketahui, Pertamina telah menaikkan harga BBM non-subsidi sejak 18 April 2026. Pertamax Turbo (RON 98) kini menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


