KATASUMBAR – Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Jumat (23/2) malam WIB. Hal ini terjadi dua kali.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 19:54 WIB, dan yang kedua terjadi pada tengah malam pukul 23:16 WIB.

Erupsi yang pertama terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.4 mm dan durasi ini ± 34 detik.

Sedangkan erupsi kedua terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12.1 mm dan durasi sementara ini ± 36 detik.

Berdasarkan laporan dari PVMBG, kolom abu pada kedua erupsi tersebut tidak teramati.

Kendati demikian, masyarakat tetap waspada sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG sebelumnya.

Diketahui, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Devy Kamil Syabana menyebut Marapi saat ini mengalami erupsi secara intermiten, dengan jeda antar erupsi yang relatif pendek.

“Meski data pemantauan hingga 23 Februari 2024 pukul 06.00 WIB belum menunjukkan penurunan aktivitas.”

“Kondisi magma di kedalaman yang dangkal dan gempa-gempa permukaan terus menciptakan risiko,” ungkap Devy.

Ia melanjutkan, ancaman bahaya utama tetap berada di dalam radius 4,5 Km dari puncak gunung.

Sementara di luar itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

Aktivitas magma di kedalaman kurang dari 1 Km masih tinggi, dan gempa-gempa permukaan terkait erupsi masih terus tercatat.

“Ancaman bahaya sekunder berupa lahar juga perlu diantisipasi, terutama di musim hujan.”

“Dengan fokus pada daerah sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi,” lanjutnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.