KATASUMBAR – Gempa berkekuatan M8,9 mengguncang Kota Padang pada Jumat (29/4) pagi WIB. Hal ini membuat warga panik.
Goncangan gempa ini terasa sangat kuat hingga ke beberapa daerah. Khusus di Padang, kekuatan gempa membuat warga berlarian.
Masyarakat di sejumlah lokasi, tepatnya di sekitaran Jalan Sudirman, Pasar Alai dan Lolong Belanti tampak berlari meninggalkan kawasan yang dekat dengan pantai.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang sedang berada di Padang juga turut merasakan goncangan lindu.
Di tengah kegiatannya, Muhadjir pun langsung memimpin langkah evakuasi masyarakat, yang dimulai dengan membunyikan sinyal peringatan dini Tsunami di gedung Youth Center.
Sirine dari Early Warning System (EWS) pun bertalu-talu di seluruh penjuru kota. Sehingga membuat masyarakat di sejumlah titik harus mempercepat evakuasi.
Peringatan yang muncul lewat sirine EWS ini, merupakan penanda bahwa bencana yang lebih besar bakal menghadang, Tsunami.
Masyarakat yang terdiri dari pelajar, pedagang pasar, dan pengendara yang sedang berlalu-lalang pun berbondong-bondong ke Tsunami Safe Zone, berupa daerah batas aman Tsunami yang terpasang di Kota Padang.
Tidak ada korban jiwa atas bencana ini, namun yang pasti simulasi evakuasi yang diselenggarakan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tersebut berjalan lancar.
Semua perangkat peringatan dini bencana di Kota Padang tampak berfungsi normal, begitu pula dengan kelengkapan lainnya.
Situasi yang dijelaskan di atas merupakan keadaan yang berlangsung selama simulasi peringatan bencana gempa bumi dan tsunami.
Muhadjir dalam keterangannya mengatakan, simulasi ini penting untuk dilakukan, demi meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bencana.
“Peningkatan penyadaran masyarakat atas bencana dan kesiapsiagaan perlu terus dilakukan, agar masyarakat tidak lengah,” katanya.
Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menyebut, peringatan HKBN ini sangat tepat dilaksanakan di Sumbar.
Hal itu disebabkan karena Sumbar, khususnya Padang memiliki kerentanan yang tinggi akan bencana gempa bumi dan Tsunami.
“Sumbar sangat tepat jadi tuan rumah HKBN, karena sangat rentan gempa dan tsunami. Tapi semoga tidak terjadi.”
“Namun kita perlu sadar bahwa gempa adalah fenomena berulang. Jadi jika itu terjadi, masyarakat Padang dan Sumbar punya ketangguhan dan kewaspadaannya,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


