KATASUMBAR – Warga di Bukittinggi dan Agam mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram.

Kelangkaan ini sudah terjadi sejak awal Juni ini. Akibatnya, warga sangat kesulitan.

Salah satunya Fivi H (35), warga Pulai Anak Aia, yang sangat kesulitan mencari gas. Selama ini, kata dia, gas 3 kilogram dapat dijumpai dengan mudah di warung-warung.

“Saat ini sudah sangat langka. Sangat sulit mencarinya baik di pangkalan maupun pengecer,” kata Fivi, Rabu 14 Juni 2023.

Dia menyebut, suaminya bahkan terpaksa mencari gas tersebut jauh hingga ke Agam.

“Tadi dapat, cuma harganya sangat mahal. Rp 40 ribu. Biasanya di warung-warung harganya cuma Rp 25 ribu saja,” jelasnya.

Fivi mengatakan kondisi seperti ini sangat menyulitkan sebab gas 3 kilogram merupakan kebutuhan penting.

“Semoga pemerintah bisa menanggulanginya agar masyarakat seperti saya tidak kesulitan,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah operasi pasar di Kecamatan Kamang Magek Agam, salah satu agen yakni PT Nuansa Ngarai Sianok tidak mengetahui persis penyebab kelangkaan.

Direktur PT Nuansa Ngarai Sianok, Febri Zuanda, mengatakan tidak pernah mengurangi penyediaan gas 3 kilogram di tingkat pangkalan.

“Sehingga kita juga tidak bisa mengetahui kenapa terjadi kelangkaan,” jelas dia.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.