KATASUMBAR – Erupsi Gunung Marapi yang terjadi sejak Minggu 3 Desember 2023 hingga saat ini terus berdampak buruk bagi perekonomian.

Salah satu yang terdampak adalah pencari buah markisa yang ada di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam.

Informasi yang KATASUMBAR himpun di lokasi, ada banyak warga di Nagari Bukik Batabuah yang berprofesi sebagai pencari buah markisa hutan ini.

Warga mencari buah jauh ke dalam hutan di Gunung Marapi. Mereka naik ke gunung dari arah Tabek Gadang.

Saat ini, efek abu vulkanik telah membunuh tanaman tersebut.

“Biasanya banyak yang mencari buah ini. Sekarang tak ada lagi karena tanaman itu sudah mati,” jelas salah seorang warga kepada KATASUMBAR baru-baru ini.

Markisa liar yang didapat dari hutan tersebut, kemudian dijual ke pengepul dengan harga mencapai Rp 10 ribu perkilogramnya.

Jika nasib sedang baik dan buah markisa lagi banyak, warga bisa mendapat antara 10 hingga 20 kilogram buah ini perharinya.

Sementara, Wali Nagari Bukik Batabuah Firdaus juga membenarkan banyak warganya kehilangan pencarian akibat erupsi ini, terutama pencari markisa.

“Ada 100 KK yang berprofesi mencari markisa ini, sekarang hilang mata pencaharian,” kata Firdaus.

Hingga Rabu 24 Januari 2024, Gunung Marapi berada di Level III atau Siaga. PVMBG menetapkan zona bahaya radius 4,5 kilometer dari kawah.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.