KATASUMBAR – Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Bukittinggi menyebut masih terus mendalami dan memburu AD terkait dugaan penggelapan hewan kurban.

Kapolsek Bukittinggi Kompol Rita Suryanti mengatakan, sejauh ini sudah ada 3 laporan terkait hal ini.

Laporan pertama, berasal dari Musala Baitul Jannah Campago Ipuah, kemudian dari Musala Attaufik Koto Dalam Pulai Anak Aia dan terakhir dari alumni SMA 3 Bukittinggi.

Musala Baitul Jannah memesan 5 ekor sapi dan 1 kambing dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Kemudian di Musala Attaufik Koto Dalam untuk 2 ekor sapi senilai Rp 38 juta dan Rp 98 juta untuk 5 ekor sapi di SMAN 3 Bukittinggi.

Para panitia sudah menyetor uang tersebut ke AD, namun hewan kurban tak kunjung datang.

“Sapi tidak kunjung datang hingga hari penyembelihan,” ungkap Rita, Selasa 12 Juli 2022, seperti dilansir dari KLIKPOSITIF.

Menurut Kapolsek, pihaknya terus berkomunikasi dengan keluarga untuk melacak keberadaan AD yang tak bisa dihubungi.

Informasinya, AD terakhir kali bisa dihubungi pada Jum’at 8 Juli 2022, setelah itu putus kontak.

Sementara, Ketua Panitia Kurban dari Musala Baitul Jannah, M.Zadry mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelunasasan 3 hari sebelum penyembelihan.

Selepas itu, panitia tak bisa lagi menjalin komunikasi dengan AD.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.