BUKITTINGGI, KATASUMBAR – Dosen bergelar doktor bertambah 2 orang di Universitas Fort de Kock Bukittinggi.
Mereka adalah Dr. Oktavianis M. Biomed dan Dr. Nurhayati S,ST, M. Biomed.
Nurhayati saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama.
Sementara Oktavianis saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan.
Kedua dosen ini resmi menyandang doktor, setelah lulus ujian promosi doktor di Universitas Andalas (Unand) Padang pada Selasa 15 November 2022.
Menurut Rektor Universitas Fort de Kock Bukittinggi Evi Hasnita, dengan bertambahnya dua doktor ini, maka total dosen yang bergelar doktor di Universitas Fort de Kock Bukittinggi telah berjumlah 5 orang.
“Ya, sudah ada 5 doktor di Universitas Fort de Kock Bukittinggi. Kalau yang profesornya ada 2 orang,” kata Evi Hasnita, Rabu 16 November 2022.
Evi Hasnita melanjutkan, saat ini masih ada 12 dosen lagi yang sedang menjalani kuliah program doktor, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri.
Universitas Fort de Kock sendiri menargetkan sekitar 70 persen dosen di kampus ini, minimal menyandang gelar doktor.
Mengenal Universitas Fort de Kock
Universitas Fort de Kock berdiri tahun 2004 yang dulunya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Fort de Kock Bukittinggi.
Pada tahun 2019, perguruan tinggi swasta ini berubah nama menjadi Universitas Fort de Kock.
Saat ini, Universitas Fort de Kock memiliki 2 fakultas, yakni Fakultas Kesehatan, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Untuk prodi (Program Studi) di Fakultas Kesehatan di antaranya S1 Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas)
Kemudian ada juga S2 Prodi Kesmas, S1 Keperawatan dan Profesi Ners, Prodi Kebidanan, D3 Fisioterapi, serta S1 Farmasi.
Sementara untuk prodi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, ada Prodi Kewirausahaan serta Prodi Bisnis Digital.
Kampus ini berdiri megah di Jalan Soekarno-Hatta kawasan Garegeh, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kerja Sama Internasional
Tak hanya melakukan kerja sama dengan puluhan instansi dan lembaga kesehatan di Indonesia, Universitas Fort de Kock juga menjalin banyak kerja sama dengan perguruan tinggi serta lembaga internasional.
Kerja sama itu di antaranya dengan University College of Islam Melaka (Malaysia), Putra Specialist Hospital Melaka (Malaysia), DA-YEH University Taiwan.
Selanjutnya, Proboromarajchanok Institute for Helath Workforce Developmnt Thailand, SEAMEO SEAMOLEC, University of Otawa Canada.
Universitas Fort de Kock juga telah bekerja sama dengan Turgut Ozal Univeristy (Turki), The University of Szeged Hungary (Hongaria), serta Semmelweis University Hungary (Hongaria).
Tak hanya itu, Perusahaan asal Jepang, Kyowakai Medical Corporation juga sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan Universitas Fort de Kock Bukittinggi.
Kerja sama ini terkait magang ke Jepang serta penyaluran lulusan ke Jepang.
Saat ini saat ini Jepang membutuhkan perawat medis di rumah sakit, serta caregiver atau perawat lanjut usia (lansia).
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

