KATASUMBAR – Presiden Jokowi resmi menunjuk putra asli Kota Padang Panjang, Yuliot Tanjung sebagai Wakil Menteri Investasi.
Dia ditunjuk oleh Presiden untuk mendampingi menteri Bahlil Lahadalia untuk menggawangi persoalan investasi di tanah air.
Yuliot sendiri merupakan pejabat Kementerian Investasi yang lahir dan tumbuh di Kota berjuluk Serambi Mekkah tersebut.
Ia merupakan salah satu lulusan SMA favorit di Bumi Serambi Mekkah, SMA N 1 Kota Padang Panjang.
Selain itu berhasil menamatkan gelar sarjana Produksi Ternak Universitas Andalas (Unand) dan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM.
Ia pun tercatat mengawali karirnya Kementerian Investasi/BKPM sejak tahun 1988 silam dan pernah menduduki jabatan penting.
Adapun jabatan yang pernah dia emban adalah Kepala Kantor Perwakilan BKPM di Taiwan, dan Kepala Biro Perencanaan dan Informasi.
Kemudian Direktur Promosi Dalam Negeri, Direktur Pengendalian Pelaksanaan Wilayah II, dan Direktur Deregulasi.
Sebelum dilantik sebagai Wakil Menteri Investasi, Yuliot menempati jabatan fungsional sebagai Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Utama Kementerian Investasi/BKPM.
Kemudian Yuliot juga menjabat sebagai Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal sejak September 2023 hingga Juni 2024.
Semasa di Kedeputian tersebut, Yuliot fokus pada pencapaian realisasi investasi dan fasilitasi penyelesaian permasalahan investasi yang dihadapi oleh perusahaan.
Yuliot tercatat pertama kali menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) terbilang cukup lama.
Pelaporan itu ia lakukan ketika menjabat sebagai Direktur Promosi Dalam Negeri Pada Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal.
Menurut data yang dilansir dari Tempo, jumlah harta Yuliot kala itu sebesar Rp1.969.086.154 per 29 Desember 2006.
Jika dilihat dari jumlah, harta yang dimiliki Yuliot naik tajam sejak tahun 2014.
Harta Meningkat
Kemudian, dia kembali menyerahkan LHKPN saat menjadi Direktur Deregulasi Penanaman Modal dengan total harta sebesar Rp2.736.777.132 per 14 November 2014.
Dia tetap menduduki posisi yang sama hingga 2019 dengan kepemilikan harta sebesar Rp3.513.561.165 pada 2017, Rp6.156.710.815 pada 2018, dan Rp6.507.591.354 pada 2019.
Pada 2020, Yuliot terpilih menjadi Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal dengan total kepemilikan aset senilai Rp8.116.865.832.
Setahun kemudian, jumlah hartanya kemudian meningkat menjadi Rp 9.239.538.074 pada 2021.
Adapun kekayaan terakhir Yuliot Tanjung sebagaimana LHKPN periode 27 Februari 2023 sebesar Rp11.080.242.713.
Adapun rincian harta tersebut Tanah dan bangunan: Rp6.970.000.000, Alat transportasi dan mesin: Rp1.283.000.000, Harta bergerak lainnya: Rp858.000.000, Surat berharga: Rp 1.000.000.000, serta Kas dan setara kas: Rp 954.242.713.
Yuliot mengaku memiliki delapan bidang tanah dan bangunan yang berasal dari usaha sendiri.
Aset properti tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Padang Pariaman, dan Padang Panjang dengan luas berkisar antara 108 hingga 44.000 meter persegi.
Dia juga mengoleksi empat unit kendaraan bermotor dengan nilai total mencapai Rp 1,2 miliar.
Alat transportasi dan mesin tersebut meliputi Tran Long Tractor Roda 4 (2019), mobil Honda HRV (2021), mobil Toyota Fortuner (2022), dan mobil Toyota Raize (2022).(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


