KATASUMBAR – Kondisi pengungsi gempa Pasaman di kawasan Timbo Abu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat memprihatinkan.

Diketahui, terdapat ratusan warga yang memilih menghuni tenda darurat pasca rentetan gempa guncang kawasan itu, Jumat (25/2).

Warga membangun tenda dengan cara swadaya, pasalnya sebagian rumah di lokasi itu tidak bisa dihuni karena rusak dihantam gempa.

Menurut pantauan, pengungsi hidup dalam satu tenda berukuran 5×20 meter dengan posisi bersempit-sempitan.

Rata-rata, warga yang menghuni tenda tersebut adalah perempuan dan anak-anak.

Keberadaan pengungsi ini pun diperparah dengan rusaknya akses lalulintas ke kawasan Timbo Abu.

Akibatnya, keberadaan pengungsi ini tidak begitu terpantau, karena memang sulit dijangkau.

Pada Sabtu (26/2) lalu, ratusan pengungsi di kawasan ini sempat terlambat menerima bantuan. Wargapun kelaparan dan bahkan ada yang sakit.

“Ada warga kami yang sakit karena trauma dengan gempa yang kemudian melemah,” kata Koordinator Pengungsi, Rico.

“Dia sakit, lemah kondisinya. Namun tidak ada yang melihat, tidak ada yang mengurusi. Semua kami susah,” sebut Rico.

Di sisi lain, ancaman bencana susulan seperti gempa dan bencana hidrologi terus menghantui warga.

Kondisi ini seakan membuat penderitaan pengungsi di kawasan Timbo Abu ini lengkap.

Pemerintah Desa Kewalahan

Pemerintah Desa pun kewalahan. Hal ini diungkapkan oleh PJ Walinagari Persiapan Simpang Timbo abu, Mulyadi.

Dalam sebuah rekaman suara yang diterima Katasumbar, Mulyadi mengaku bahwa ia dan warganya butuh informasi jelas soal status wilayah itu.

“Mohon kepada bapak Kadis Kominfo umumkan pada masyarakat bagaiamana sebetulnya kondisi Timbo Abu,” katanya.

Saat ini sebut Mulyadi warga Timbo Abu tidak tenang dengan adanya potensi bencana susulan itu.

“Saya pun sudah kewalahan. Bagaimana lagi mengatasi kondisi masyarakat kita yang sudah tidak kondusif ini. Peralatan kami disinipun terbatas,” sebut dia.

“Mohon kepada bapak-bapak pemerintah daerah, para pimpinan perhatikan kami di Simpang Timbo Abu,” imbuhnya.

Selama ini pasca gempa, menurut dia kedatangan pemerintah ke kawasan itu hanya untuk berfoto-foto ria.

“OPD penanggung jawab seolah-olah numpang berfoto saja. Sebenarnya tanggung jawab disini siang malam, tidak boleh meningalkan lokasi,” tukas Mulyadi.

“Mau diapakan kami disini, apakah kami sengaja dikubur disini?,” demikian ungkap dia.

Ia pun meminta pemerintah daerah segera menentukan status kawasan Timbo Abu demi menentukan langkah mitigasi.

“Pemberitahuan resmi dari Pemkab Pasbar soal daerah kami belum ada, tidak tahu aman atau tidak,” pungkasnya kemudian.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.