KATASUMBAR – Kuasa hukum korban asusila di MTI Canduang, Masrizal mengatakan kliennya amat tertekan akibat kasus pelecehan.
Masrizal mengatakan korban menderita trauma psikis dan mendapat stigma negatif gara-gara kasus tersebut.
Klien yang ditangani Masrizal adalah santri yang melaporkan dugaan pelecehan hingga kasus itu kemudian terungkap. Santri pria ini berasal dari Riau.
“Korban sudah berupaya pindah, tapi ditolak beberapa pesantren lain dengan alasan dari MTI Canduang,” ungkapnya, Senin 5 Agustus 2024.
Masrizal mengatakan pihaknya saat ini fokus untuk mendampingi korban, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait seperti DPRD hingga Kemenag.
“Jadi sudah ada stigma negatif terhadap klien kami. Kita akan berkoordinasi dengan pihak lainnya,” jelas kuasa hukum dari Rumah Bantuan Hukum Padang ini.
Masrizal mengatakan kliennya sudah mengalami dugaan pelecehan sejak Juni lalu.
Namun karena ketakutan berada di bawah ancaman pelaku, korban baru melapor dan akhirnya kasus pun terungkap.
Sebelumnya sebanyak puluhan santri di MTI Canduang diduga menjadi korban pelecehan seksual dari oknum guru.
Polisi menangkap 2 pelaku dan masih mengembangkan kasus ini.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


