KATASUMBAR – Sinyal dukungan dari Presiden Joko Widodo kepada Prabowo Subianto untuk jadi Calon Presiden menjadi dilematis.
Hal ini lantaran, pernyataan tersebut membuat Jokowi dinilai tak paham dengan komunikasi politik.
Anggapan demikian disampaikan oleh Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Najmuddin M Rasul.
Ia mengatakan pernyataan Jokowi tersebut menjadi angin surga, karena memang dukungan dari Presiden sangat dibutuhkan oleh banyak tokoh, termasuk Prabowo.
“Karena Jokowi adalah presiden yang sekaligus kepala negara dan pemerintahan, semua orang butuh dukungannya terutama menteri yang ingin Capres,” kata dia.
Di sisi lain, dukungan Jokowi itu sebut Analis Politik dan Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif juga belum bisa dipastikan.
Pasalnya kini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum memutuskan sosok yang bakal diusung jadi Calon Presiden.
Sehingga dukungan yang diberikan Jokowi kepada Prabowo, dinilai sebatas pujian balik yang selama ini dilakukan Prabowo terhadap Presiden Jokowi.
Kondisi ini disebut Ikhwan sebagai Jokowi Effect, karena Prabowo adalah menterinya Jokowi.
“Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi effect memberikan kekuatan tersendiri kepada setiap menteri yang berupaya merebut boarding pass dari tangan Jokowi.”
“Harapan yang diberikan Jokowi kepada sejumlah menteri menjadi klaim baru.”
“Bahwa yang berhak melanjutkan legacy Jokowi adalah tokoh-tokoh yang dipilih untuk melanjutkan program-program Jokowi di 2024 nanti,” jelas dia.
Ditinggalkan Pemilih Sumbar
Efek lain dari dukungan Jokowi tersebut adalah Prabowo disinyalir bakal ditinggalka oleh pemilih Sumbar.
Diketahui, dalam dua periode Pilpres (2014 dan 2019), Prabowo Subianto selalu menang telak atas Jokowi di Sumatera Barat.
Hal demikian diungkapkan oleh Pengamat Politik Universitas Andalas, Asrinaldi.
Ia menjelaskan, ada potensi para pemilih Prabowo di Pilpres 2019 lalu bakal berpindah haluan, pasca pemimpin Partai Gerindra itu bergabung ke dalam kabinet Jokowi.
Menurut dia, peralihan dukungan tersebut juga bakal berdampak ke Partai Gerindra sebagai pengusung Prabowo.
“Potensi itu ada, pasca Prabowo bergabung ke dalam kabinet Indonesia Maju,” katanya pada Katasumbar.
Partai Gerindra sebut Asrinaldi mendapatkan efek ekor jas dari kemenangan Prabowo di Sumbar pada Pilpres 2019 lalu.
Tapi untuk Pemilu 2024 nanti, efek ekor jas malah bakal dirasakan oleh Partai Nasdem, lantaran mengusung Anies Baswedan.
“Pemilih Prabowo bakal beralih ke Anies. Sebab ada kesamaan karakter antara pemilih Minang dengan Anies.”
“Dilihat dari kesamaan karakter tersebut, maka kecederungan pilihan etnis Minangkabau ini bisa mengarah ke Anies Baswedan,” jelas dia.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


