KATASUMBAR – Salah seorang sopir truk pengangkut minyak goreng curah Anto (40) ditemui saat pengisian di PT. Incasi Raya, Kamis (17/3/2022).

Minyak goreng curah tersebut akan diantar untuk memenuhi permintaan salah satu grosir di daerah Pariaman.

Anto mengaku, ia baru bisa mengangkut minyak goreng curah dalam dua bulan terakhir ini dari biasanya yang 3 kali setiap minggunya.
“Alasannya katanya langka,” kata Anto.

Menurutnya, ia merasakan kelangkaan minyak goreng ini sudah sejak 4 bulan lalu.

“Saya ada tidak jalan dalam 2 bulan sekalipun. Ini baru mulai jalan, dalam 4 bulan ini baru 3 kali jalan,” kata dia.

Anto juga mengaku, sebagai sopir ia tidak mengetahui berapa jumlah minyak goreng curah yang ia angkut. “Untuk jumlahnya kita tidak tahu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) sidak ke pabrik minyak goreng di PT. Incasi Raya di Jalan Bypass Lubuk Begalung, Kamis (17/3/2022).

Sidak dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar Kombes Pol Adib Rojikan.

Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Adib Rojikan, sidak kali ini memastikan bahwa pihak-pihak produsen tidak ada kendala dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, pihaknya menemukan tidak ada kendala. “Kelangkaan di tingkat pengusaha tidak terjadi, tinggal aliran ke bawahnya apakah nanti ada penyimpangan, penyimpangan itu yang kita waspadai dan berhadapan dengan kami,” kata dia.

Sasaran hari ini ke produsen, setelah ini ke PT. Wilmar dan kita ambil sampel ke tingkat bawah salah satu retail modern.

“Sehingga kita mengetahui dari produsen, distributor sampai ke bawah itu ada,” ujarnya.

Staff Manajer PT. Incasi Raya Johan mengatakan, produksi minyak goreng saat ini berjalan normal seperti biasa.

“Produksi untuk minyak goreng kemasan 300 ton perhari untuk minyak goreng curah 600 ton perhari,” kata dia.

Ia mengungkapkan, jumlah produksi sebanyak itu seharusnya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Sumbar. Ia menyebutkan, tidak pernah ada kelangkaan sampai saat ini.

General Manajer PT. Incasi Raya Ayrton Angriawan menjelaskan, meski produksi sebanyak itu per harinya, tidak semua bisa tersalurkan langsung, karena butuh proses pemuatan dan pengangkutan.

“Yang tersalurkan itu setiap hari 200 ton perhari untuk minyak goreng kemasan dan dan 200 ton untuk minyak goreng curah,” kata dia.

“Kita dari langganan tidak membatasi, cuma kita ada penambahan pelanggan yang baru namun tidak dikasih karena kita tidak tahu tujuannya apa,” pungkasnya.

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.