KATASUMBAR – Bupati Agam, Benni Warlis menanggapi keluhan warga terkait timbunan material banjir lahar dingin yang menggunung dekat pemukiman warga.
Perlu diketahui, material berupa pasir bercampur tanah ini berasal dari pengerukan bendungan di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Agam.
Jumlahnya mencapai 6000 kubik atau lebih dari 1.000 truk. Material ini dikeluarkan dari bendungan yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman.
Kemudian material dipindahkan, lalu dikumpulkan hingga menggunung ke dekat pemukiman dan aliran sungai di Jorong Cangkiang.
Akibatnya masyarakat komplain karena debu, dan juga takut material itu hanyut ke pemukiman jika banjir lahar kembali terjadi.
“Soal yang 6000 kubik ini, nanti kita sampaikan ke Dinas PU bagaimana penanganannya,” ujar Benni saat audiensi dengan Bukittinggi Press Club (BPC), Minggu 10 Agustus 2025.
Untuk sementara, kata dia, pengerjaan difokuskan untuk pengerukan sungai yang telah dangkal.
“Kita keruk sungai agar lebih dalam, persiapan jika terjadi musim hujan,” katanya.
Seperti diketahui di Jorong Cangkiang berlangsung proyek pengerukan bendungan dan dilanjutkan dengan pengerukan aliran sungai.
Proyek pengerukan bendungan telah berakhir sejak sepekan lalu dan material itu masih berada di lokasi penampungan yang dekat pemukiman.
Sementara, proyek pengerukan sungai oleh Pemkab Agam sedang berlangsung menggunakan dua alat berat.
Kondisi kekinian, pihak kenagarian setempat telah membentuk tim untuk mengelola material sebanyak 6.000 kubik tersebut.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


