KATASUMBAR — Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi puncak panen raya yang diprediksi berlangsung pada akhir April hingga Mei 2026. Berbagai langkah strategis telah disiapkan guna memastikan penyerapan gabah petani berjalan optimal sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Pimpinan wilayah Bulog Sumatera Barat, R. Darma Wijaya mengatakan, persiapan menghadapi panen raya sejatinya telah dilakukan sejak awal tahun. Upaya ini mencakup koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan kelompok tani, guna memastikan proses pembelian gabah berjalan lancar.
“Alhamdulillah, persiapan sudah dilakukan sejak awal tahun. Hingga saat ini, harga gabah di tingkat petani masih berada di angka Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP),” ujarnya.
Ia menegaskan, harga tersebut dinilai cukup baik dan menguntungkan bagi petani, sehingga diharapkan mampu menjaga semangat produksi di tengah musim panen yang sedang berlangsung.
Berdasarkan data terbaru, hingga saat ini realisasi penyerapan gabah oleh Bulog Sumbar telah mencapai sekitar 52 persen dari target yang ditetapkan. Secara kuantitas, jumlah tersebut setara dengan sekitar 2.600 ton gabah yang telah berhasil diserap dari petani di berbagai daerah.
Bulog Sumbar juga menyatakan optimisme dapat mencapai target penyerapan hingga akhir tahun 2026. Hal ini didukung oleh masih panjangnya waktu yang tersedia untuk melakukan pembelian gabah, serta potensi panen yang masih akan berlangsung di sejumlah wilayah sentra produksi.
“Masih ada waktu yang cukup panjang hingga akhir tahun untuk melakukan penyerapan. Kami optimistis target dapat tercapai,” tambahnya.
Dalam menghadapi panen raya, Bulog memfokuskan perhatian pada sejumlah daerah yang menjadi lumbung padi utama di Sumatera Barat. Tiga wilayah yang secara konsisten dijaga produktivitas dan kelancaran panennya adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Dharmasraya.
Di wilayah-wilayah tersebut, Bulog memastikan kesiapan infrastruktur penyerapan, termasuk gudang penyimpanan dan jaringan distribusi, agar gabah petani dapat segera terserap tanpa kendala berarti.
Selain itu, Bulog juga terus berupaya menjaga stabilitas harga agar tetap berada pada level yang menguntungkan petani, sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Bulog Sumatera Barat diharapkan mampu mengoptimalkan momentum panen raya tahun ini, sekaligus memberikan perlindungan harga bagi petani dan menjaga ketersediaan stok beras di pasaran.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


