KATASUMBAR – Sumatera Barat tercatat resmi sebagai salah satu provinsi di Indonesia pada 1 Oktober 1945 silam. Dua bulan setelah Indonesia merdeka.
Kala itu Sumatera Barat tergabung dalam provinsi Sumatra yang berpusat di Bukittinggi.
Empat tahun kemudian, Provinsi Sumatera dipecah menjadi tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan.
Sumatera Barat beserta Riau dan Jambi merupakan bagian dari keresidenan di dalam Provinsi Sumatera Tengah.
Namun tahukah kamu siapa Gubernur Sumbar pertama? usut punya usut ternyata jabatan Gubernur Sumbar pertama bukanlah diduduki oleh seorang putra Minang asli.
Namanya adalah Muhammad Sjafei. Ada dua versi yang menjelaskan asal tokoh yang sekaligus pembaca teks proklamasi pertama di Sumbar itu.
Pertama, dalam buku Sejarah Nasional Indonesia, ia disebutkan lahir pada 21 Januari 1896 – meninggal 11 November 1966 pada umur 70 tahun.
Tak jelas dimana ia lahir dan asal muasalnya. Namun pada sumber kedua, Sjafei disebut lahir pada tahun 1893 di Ketapang, Kalimantan Barat.
Menurut catatan Wikipedia Sjafei merupakan keturunan asal Jawa, tepatnya dari daerah Kediri.
Hingga kini, belum ada catatan yang lebih valid perihal asal muasal Muhammad Sjafei tersebut.
Hanya saja, semasa hidupnya, Sjafei terkenal sebagai tokoh yang punya kontribusi besar terhadap tanah Minangkabau.
Perjalanan Hidup Sjafei
Sjafei adalah anak angkat dari Ibarahim Marah Sutan dan ibunya Andung Chalijah, Bersama Marah Sutan, ia mendapatkan pendidikan yang layak.
Sjafei dibawa pindah ke Sumatera Barat dan menetap Bukittinggi. Kala itu, Marah Sutan terkenal sebagai seorang pendidik dan intelektual ternama.
Nasib Sjafei berubah kala Marah Sutan mengangkatnya sebagai anak asuh. Ia disekolahkan oleh ayah angkatnya di Kwerkschool Fort de Kock Bukittinggi.
Disana, Sjafei muda berhasil menyelesaikan studinya selama 6 tahun.
Pada 1922, ia berangkat ke Belanda bersama dengan Marah Sutan, ayah angkatnya.
Saat di Belanda, ia mendapatkan kesempatan untuk mengajar di sekolah dasar, Moekhoek, di Rotterdam.
Di negeri Belanda ini ia akrab dengan Mohammad Hatta, yang memiliki banyak kesamaan dan karakteristik dan gagagasan dengannya.
Semasa di negeri Belanda ia pernah ditawari untuk mengajar dan menduduki jabatan disekolah pemerintah, tapi ia menolak.
Usai menamatkan sekolah, ia pun kembali ke Sumatera Barat pada tahun 1925. Sesampai di kampung, ia bertekad bertekad mendirikan sebuah sekolah.
Sekolah ini lah yang kemudian dikenal dengan Indonesisch Nederlandsche School (INS) di Kayutanam.
Selain pendidikan, Sjafei juga dekat dengan para pemuda pergerakan, salah satunya dr. Soetomo.
Jejaknya sebagai pemikir sekaligus pendidik itu lah yang kemudian membuat Muhammad Sjafei ditunjuk jadi Gubernur Sumatera Barat pertama.
Tak cuma itu, ia juga menjadi sosok yang pertama kali membacakan teks proklamasi pertama di Sumbar, tepatnya di Bukittinggi.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


