PADANG, KLIKPOSITIF – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini sekaligus mengambil peran dalam menyebarkan pesan kebaikan melalui dakwah digital.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Haji Muda dan Workshop Dai Sejuta Mimbar yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Padang, Jumat (18/9).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi masyarakat untuk memahami pentingnya kesiapan spiritual dan finansial dalam merencanakan ibadah haji. Selain itu, generasi muda didorong untuk memanfaatkan teknologi digital secara produktif, termasuk melalui karya dan konten dakwah yang kreatif, inspiratif, relevan, dan bertanggung jawab.
Kegiatan diawali dengan sambutan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dilanjutkan opening remark dan pengenalan Program Haji Muda oleh Harry Alexander, Anggota Badan Pelaksana BPKH. Ia menekankan pentingnya membangun komitmen berhaji sejak usia muda.
“Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin. Semakin dini memulai, semakin besar peluang generasi muda mewujudkan cita-cita berhaji,” ujar Harry Alexander.
Menurut Harry, masa tunggu haji yang panjang di sejumlah daerah membuat persiapan dan pendaftaran sejak usia muda menjadi bagian penting dari perencanaan. Literasi keuangan haji juga perlu berjalan seiring dengan kesiapan spiritual agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah secara lebih terencana.
Pesan tersebut diperkuat melalui Talkshow Sosialisasi Program Haji Muda dan Workshop Dai Sejuta Mimbar bertema “Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital”.
Talkshow menghadirkan Juni Supriyanto Deputi Bidang Penghimpunan BPKH, Banu Muhammad dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Syuhelmaidi Syukur Ketua Yayasan Harika untuk Kemanusiaan, Irwanda Wisnu Wardhana pakar kebijakan ekonomi, serta Rizky Prayogo Ramadhan peneliti BRIN.
Para narasumber membahas perencanaan haji sejak muda, pengelolaan keuangan, peluang ekonomi digital, serta strategi dakwah yang relevan bagi Generasi Z dan Milenial. Generasi muda juga didorong menjadi kreator konten yang edukatif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, literasi haji dan keuangan diharapkan dapat mendorong generasi muda tidak hanya memahami pentingnya persiapan haji, tetapi juga mulai mengambil langkah nyata sesuai kemampuan masing-masing. Bagi masyarakat yang memiliki cita-cita berhaji, langkah tersebut dapat dimulai dengan menyusun perencanaan keuangan, memahami informasi mengenai haji, dan memanfaatkan kanal digital yang tersedia, termasuk BPKH Apps untuk mengakses informasi seperti estimasi keberangkatan dan nilai manfaat.
Soft Launching Kompetisi Digital Dai Sejuta Mimbar 2026
Selain mengajak masyarakat mempersiapkan haji, BPKH bersama BRIN dan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan juga membuka ruang partisipasi bagi generasi muda melalui Kompetisi Dai Sejuta Mimbar 2026. Program ini merupakan kompetisi dakwah digital yang mengajak generasi muda Indonesia menyampaikan nilai dan pesan keislaman melalui video pendek yang kreatif, inspiratif, relevan, dan bertanggung jawab. Kompetisi terbuka bagi dai, santri, mahasiswa, dan masyarakat umum berusia 15–40 tahun. Tema utama yang diangkat adalah “Haji dan Kehidupan Seorang Muslim”, dengan subtema meliputi perencanaan haji sejak muda, makna spiritual haji, literasi keuangan, kepemimpinan, kepedulian sosial, gaya hidup Muslim produktif, pengalaman haji dan umrah, dakwah digital, serta transformasi diri.
Peserta dapat mengirimkan satu atau lebih video berdurasi 60–300 detik, berorientasi vertikal 9:16, berformat MP4, dan beresolusi minimum Full HD.
Pendaftaran Kompetisi Dai Sejuta Mimbar 2026 dibuka mulai 18 September hingga 23 Oktober 2026. Pada akhir kompetisi akan ditetapkan sembilan pemenang yang memperoleh apresiasi berupa Spiritual Journey berupa ibadah umrah, fasilitas Tabungan Haji BPKH, sertifikat nasional, serta kesempatan menjadi bagian dari representasi gerakan dan jejaring program sesuai penugasan resmi.
BPKH mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk tidak berhenti pada niat, tetapi mulai mengambil langkah nyata dalam mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah.
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, turut hadir dalam kegiatan soft launching tersebut. Kehadiran Gubernur menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap upaya penguatan literasi haji, pemberdayaan generasi muda, serta pemanfaatan ruang digital untuk menyebarkan konten yang edukatif dan positif.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat berharap Kompetisi Digital Dai Sejuta Mimbar dapat turut mewarnai dunia digital dengan berbagai hal positif, khususnya melalui karya dakwah yang memberikan manfaat, membangun karakter generasi muda, dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kompetisi Dai Sejuta Mimbar membuka kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan pesan kebaikan melalui karya digital, terutama bagi para generasi muda yang memiliki minat pada dakwah dan kreativitas digital,
Melalui Program Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar, BPKH mendorong masyarakat mengambil peran sesuai kapasitasnya: merencanakan haji sejak dini, meningkatkan literasi haji dan keuangan, memanfaatkan teknologi digital, serta ikut menyebarkan pesan kebaikan melalui karya.
Haji dipersiapkan sejak muda. Dakwah diperluas melalui karya digital. Generasi muda belajar, berkarya, dan berkontribusi.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

