KATASUMBAR – Pendataan pemukiman di lereng Gunung Marapi, Kabupaten Agam masih terus berlangsung hingga saat ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda mengatakan sejauh ini belum ditemukan pemukiman dalam radius bahaya.

“Sejauh ini belum ada pemukiman dalam zona bahaya, tapi pendataan masih terus berlangsung,” ungkap Ichwan saat dikonfirmasi pagi ini, Kamis 11 Januari 2024.

Dia mengatakan pendataan terutama dilakukan di wilayah Jorong Batang Silasiah, Nagari Bukik Batabuah dan Jorong Limo Kampung, Nagari Sungai Pua.

Sesuai regulasinya, jika ditemukan ada pemukiman penduduk di zona bahaya, maka harus diungsikan dengan alasan keamanan.

Gunung Marapi mengalami masa erupsi masa panjang sejak Minggu 3 Desember 2023.

Pada Selasa 9 Januari 2024, Pemerintah menaikkan status gunung dari Waspada Level II ke Siaga Level III.

Kenaikan status otomatis meningkatkan radius zona bahaya menjadi 4,5 kilometer dari kawah.

Dua perkampungan di atas, berada di kawasan lereng gunung dan memiliki penduduk padat.

Pihak terkait telah membuat posko pantau di perkampungan agar bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.