KATASUMBAR – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa di Pasaman Barat relatif melemah dan stabil.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas dengan gempa.

Namun, ia mengungkap potensi bahaya ikutan pasca gempa yang terkait dengan potensi bencana hidrometeorologi.

Potensi bencana tersebut, berada di daerah hulu Gunung Talamau, karena pusat gempa berdekatan dengan gunung tersebut.

“Di bagian puncak banyak titik longsor dan material longsor dan material longsor terkumpul pada lembah-lembah sungai di lereng atas yang saat ini musim hujan itu memicu tersapu ke arah hilir,” katanya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (1/3/2022).

Ia menambahkan, fakta sudah menunjukkan terjadinya banjir atau banjir bandang. Hal itu juga terekam dari pemotretan udara yang dilakukan.

“Zona bahayanya di semua sungai besar dan relatif besar dari lereng Gunung Talamau pada radius 200 meter dari tepi sungai,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam mengatur siapa yang diungsikan, bukan karena gempa tetapi karena potensi bahaya banjir bandang atau longsor.

“Itu pun bahayanya apabila terjadi hujan di wilayah hulu. Kita bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai yang membersihkan endapan, BMKG menginformasikan cuaca agar dapat diberi peringatan dini,” kata dia.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.