KATASUMBAR – Dua lantai di gedung Semen Padang Hospital (SPH) meledak pada Selasa (30/1) sore WIB.

Ledakan terjadi diduga berasal dari proses perbaikan AC central gedung tersebut.

Namun untuk memastikan hal itu, hingga saat ini pihak berwajib masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan.

Kendati begitu, Wali Kota Padang, Hendri Septa mengimbau seluruh warganya untuk lebih waspada dengan kejadian serupa.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih memerhatikan instalasi listrik.”

“Karena sejak beberapa waktu belakangan ini cuaca terbilang panas yang dapat berakibat terhadap instalasi listrik di rumah,” katanya.

Hendri Septa juga mengimbau kepada warga yang selalu meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk dapat lebih waspada.

Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat memastikan alat elektronik tidak sedang hidup.

“Bagi yang meninggalkan rumah, pastikan tetangga mengetahuinya,” imbaunya.

Sebelumnya diketahui, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono mengatakan, ledakan tersebut terjadi bukan karena bom, namun dari malpraktik.

“Ini bukan suatu ledakan dari bom, tapi ini adalah suatu malpraktik pekerjaan instalasi AC,” katanya pada awak media.

Suharyono menjelaskan, pekerja yang sedang melakukan instalasi AC diduga melakukan kekeliruan, sehingga memicu ledakan di lantai 1 dan lantai 2.

“Saat proses instalasi ada kekeliruan, dimana adanya pengelasan, sehingga memunculkan percikan api.”

“Percikan api itu kemudian mengenai AC central, sehingga muncul ledakan,” jelasnya.

Menurut dia, proses instalasi AC atau pendingin ruangan itu berlangsung di lantai 7 atau roof top rumah sakit.

“Tapi ada kabel yang mengarah ke lantai 1 dan terhubung ke AC yang lain, itulah yang membuat ledakan di lantai 1 dan 2,” bebernya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.