KATASUMBAR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar yang dipimpin langsung Kepala Dinas Reti Wafda melakukan pengawasan alat tangkap bagan di Danau Singkarak bersama tim gabungan Polairud Polda Sumbar, Satpol PP dan pegiat lingkungan.

Pengawasan dilakukan pada 17 hingga 19 Maret di 8 nagari Kabupaten Solok dan Tanah Datar.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyita 7 unit waring dan satu unit ditenggelamkan karena pemiliknya tidak koperatif.

Menurut Reti Wafda, pengawasan kali ini merupakan untuk kedua kalinya. Sebelumnya juga telah dilaksanakan pengawasan pada 27 Februari hingga 1 Maret 2023.

Pengawasan dilakukan pada 11 Nagari yakni Kabupaten Solok sebanyak 6 Nagari, Kabupaten Tanah Datar sebanyak 5 Nagari.

“Petugas gabungan sudah memeriksa sebanyak 292 unit alat tangkap bagan/jaring angkat,” ujar Reti, dikutip dari situs resmi Pemprov Sumbar, Kamis 23 Maret 2023.

Hasil pemeriksaan 292 jaring tersebut, sebanyak 166 unit memiliki ukuran standar 3/4 inchi, 101 jaring ditemukan kosong dan 25 jaring angkat berukuran rapat.

25 jaring berukuran rapat ini disita petugas gabungan disertai bukti dari nelayan bagan.

Tim gabungan secara bertahap akan terus mengupayakan untuk menjaga kelestarian ikan bilih baik upaya pengawasan maupun upaya konservasi melalui pembuatan reservat di beberapa nagari untuk menjadi rumah bagi ikan, tempat berkembang biak, tempat bermain dan mencari makan bagi ikan-ikan.

Selain itu untuk meningkatkan perekenomian nelayan tradisional, DKP Sumbar sudah memberikan bantuan kepada nelayan tradisional di Danau Singkarak mulai 2019 hingga 2022.

“Kelestarian ikan bilih sangat menjadi perhatian Gubernur Mahyeldi, pengawasan terus dilakukan sebagai upaya tidak terjadi tangkap lebih dan supaya ikan-ikan kecil tidak tertangkap agar terus berkembang biak,” jelas Reti.

Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan satu-satunya ikan endemik Danau Singkarak bahkan satu-satunya di dunia sehingga harus dijaga kelestariannya.

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Barat sudah beberapa kali melalukan sosialisasi, memberi pemahaman kepada nelayan tentang pentingnya menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan agar menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan sehingga ikan bilih tidak punah.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.