KATASUMBAR – Pemerintah Kota Padang baru saja meresmikan empat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berteknologi tinggi di TPA Aia Dingin.
Tempat pengolahan sampah ini menggunakan teknologi RDF (Reduce Derived Fuel) yang memungkinkan sampah diolah jadi bahan bakar.
Sistem ini sudah digunakan oleh berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Kota Bandung.
Dengan RDF, sampah diolah melalui proses homogenizers yang membuat hasil olahan menjadi material kecil.
Material kecil ini-lah yang kemudian bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menghasilkan energi panas.
Usut punya usut, ternyata teknologi ini kerap mendapat kritikan dari pengamat pemerhati lingkungan dan sampah, khususnya di kota-kota besar.
Secara eksplisit, teknologi RDF ini memang dianggap menjadi pilihan yang tepat dalam pengolahan sampah.
Sebab menurut Ketua Umum Kopetindo (Koperasi Energi Terbarukan Indonesia), Widi Pancono, teknologi itu bisa melepaskan senyawa dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Sehingga penanganan sampah harus memperhatikan faktor hasil pembakaran komponen plastik di dalam RDF.
“Jadi emisi udara yang dihasilkan dari pembakaran RDF harus dipantau secara ketat,” katanya dikutip dari keterangan resminya pada Maret 2023 lalu.
“Apalagi pemilahan komponen RDF dari sampah kota memiliki risiko emisi pembakaran boiler dan juga kandungan kimiawi,” imbuhnya.
Refuse Derived Fuel atau RDF sesungguhnya adalah hasil pemisahan sampah padat perkotaan antara fraksi yang mudah terbakar dengan fraksi yang sulit terbakar.
RDF berasal dari komponen sampah yang mudah terbakar dan memiliki nilai kalor tinggi, seperti plastik, kertas, kain, dan karet/kulit.
Kendati demikian, Pemko Padang tetap yakin bahwa teknologi RDF ini tepat, dan bisa mengurangi volume sampah di TPA Aia Dingin.
“Diharapkan dengan adanya teknologi TDF, Kota Padang dapat melalukan pengelolaan sampah yang lebih baik.”
“Serta dapat mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan masyarakat yang nampu melakukan pemilahan sampah.”
“sehingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang dan sampah yang ada dapat dimanfaatkan,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


