KATASUMBAR – Video pengendara motor terpental usai menabrak pembatas jalan di Sitinjau Lauik viral beberapa waktu yang lalu.

Video yang diunggah banyak akun Youtube ini kemudian mendapat perhatian warganet.

Banyak warganet yang berkomentar bahwa kejadian ini akibat human eror.

Namun ada pula yang menilai bahwa kecelakaan akibat sistem rem tidak berfungsi dengan baik.

UNTUK VIDEONYA, SILAHKAN CEK DISINI

Namun, apapun faktor penyebabnya, pengendara motor penting memperhatikan aspek keselematan saat melintasi turunan tajam.

Apalagi Sitinjau Lauik sendiri merupakan salah satu jalan di Sumbar yang memiliki tanjakan dan turunan yang curam.

Katasumbar sudah menghimpun beberapa tips berkendara aman di kondisi jalan seperti Sitinjau Lauik.

Tips ini disampaikan oleh Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri, Rudy Ernandas.

Berikut penjelasannya:

1. Sebelum Berkendara, Perhatikan 3 Poin Utama

Rudy mengatakan, sebelum melakukan perjalanan pengendara motor wajib memperhatikan 3 poin penting.

Tiga poin tersebut adalah lampu, tekanan angin ban dan sistem pengereman.

“Mulai saat ini kita biasakan untuk selalu memeriksaan kendaraan kita sebelum digunakan, yaitu semua lampu berfungsi normal.

“Kemudian tekanan angin ban yang cukup, baik depan maupun belakang serta memastikan Rem secara berkala bekerja dengan baik.

“Minimal dengan usaha tersebut kita sudah berupaya untuk meminimalisir potensi kecelakaan,” kata Rudy.

2. Pahami Teknik Pengereman

Motor matic dengan motor manual menurut Rudy punya teknik pengereman yang berbeda.

Jika motor manual pengereman bisa dibantu dengan engine break alias penurunan persneling, sedangkan motor manual tidak bisa.

Pengendara benar-benar bertopang pada rem untuk mengurangi laju motor.

Kondisi ini menuntut pengendara memahami teknik pengereman yang benar pada kondisi jalan di Sitinjau Lauik.

Tipsnya adalah:

– Membiasakan saat menarik Tuas Rem depan dan belakang dilakukan secara bersamaan untuk hasil pengereman yang lebih optimal/ jarak berhenti lebih awal.

– Bedakan porsi tekan pada tuas rem depan dan rem belakang. Rem depan punya cengkaraman lebih kuat dibanding rem belakang.

– Biasakanlah saat pengereman depan dan belakang, saat menekan tuas rem dengan menggunakan Ke empat-empat jari (kiri dan kanan).

Tujuannya agar fokus pengereman menjadi optimal.

– Pastikan pengereman lakukan dengan serentak antara rem belakang dengan rem depan. Teknik ini demi menghindari ban selip.

– Rem secara bergantian saat di turunan, demi menghindari tinggi temperatur rem depan.

3. Mempersiapkan Fisik

Fisik prima pengendara adalah poin yang paling penting.

Menurut Rudy, jika fisik pengendara prima, maka pengendara motor bisa menjalankan motornya dengan baik dan benar.

Kemudian, pengendara juga diminta untuk melengkapi diri dengan kelengkapan keamanan.

Kelengkapan keamanan yang dimaksud seperti helm, sepatu, sarung tangan dan lainnya.

“Dengan kelengkapan tersebut kita bisa mengurangi resiko dampak kecelakaan,” katanya.

4. Bawa Surat-Surat

Kelengkapan administrasi hukum saat berkendara juga tak kalah penting.

Sebagai warga negara yang baik, Rudy meminta agar pengendara selalu membawa kelengkapan surat-surat tersebut.

Adapun surat-surat yang dimaksud adalah SIM, dan STNK kendaraan.

“Sebab, pengendara yang baik adalah pengendara yang taat hukum,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.