KATASUMBAR – Konser musik di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) pada Minggu (24/7) bikin heboh.
Konser yang digelar dengan tajuk Stahala Festival Vol 2 itu dinilai tidak pada tempatnya.
Sebab, auditorium dianggap masih bagian dari kampus yang dikembangkan untuk sivitas akademik.
Anggapan demikian disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM UNP lewat akun Instagram mereka.
Dalam unggahan itu tampak aksi penonton yang berjodet ria sambil menikmati alunan musik.
Tak hanya itu, kelap kelip lampu panggung menambah suasana konser makin meriah.
Namun bagi BEM KM UNP, kegiatan itu justru dinilai sebagai ajang ladang cuan bagi kampus.
Padahal, menurut BEM KM UNP, aset kampus harusnya digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Ditambah lagi, dalam unggahan itu, mahasiswa di UNP selama ini malah dipersulit untuk mengakses ruangan yang lebih besar.
“Pelaksanaan acara tersebut tentu menjadi polemik di kalangan mahasiswa.”
“Bahwasannya setiap pelaksanaan kegiatan mahasiswa yang membutuhkan ruang dengan kapasitas besar seperti auditorium selalu dipersulit dalam hal izin dan pengurusan administrasi yang berbelit-belit.”
“Sementara pihak lain dengan mudahnya menggunakan sarana tersebut,” demikian bunyi pandangan BEM KM UNP.
Apalagi, bagi BEM kondisi makin diperparah dengan tidak adanya penerapan protokol kesehatan selama konser.
Kemudian penonton pun dipungut biaya tiket masuk sebesar Rp150-250 ribu.
“Penasaran gak sih berapa kongkalikong dana penyelenggara dan pihak kampus? Spill gak nih?,” tambahan keterangan di unggahan BEM KM UNP.
Dengan kondisi demikian, BEM KM UNP pun mempertanyakan keputusan kampus yang mengizinkan konser tersebut.
Konser Boleh, Bawa Orang Tua Wisuda Tidak Boleh
Konser di Auditorium UNP ini mengundang banyak pandangan negatif dari warganet.
Rata-rata pandangan tersebut dilontarkan oleh mahasiswa yang berkuliah di kampus itu.
Pandangan itu disampaikan mahasiswa lewat kolom komentar akun BEM KM UNP.
Dimana hingga berita ini diturunkan, unggahan konser tersebut telah meraup 1.354 komentar.
Berikut aneka komentar warganet menanggapi konser tersebut.
“Sakit sekalii bestiee pas wisuda kmren gak boleh bawa ortu masuk ke audit,” tulis akun @muriikhamala23.
“Nahh mntapp, wisuda semptember kami nio kwan2 kami bisa mambaok gaeknyo ka dalam audit,” tulis akun @ptrnbl1.
“Bentar lagi jadi hollywings,maaf kalau benar,” tulis @syaftami.
“Memang aneh, kita pas wisuda dilarang orgtua masuk, malah jarak2 nah pas cuman masuk semua rapat, Lucu UNP LUCU,” tulis akun @rexy_elnando.
“Ga pernah ikut campur urusan sebelum nya tapi pas masalah ini wkwk, sedih iya. Apa lagi ingat waktu” minta perizinan peminjaman audit untuk kegiatan yang berskala nasional. Pokok nya ada aja alasan dari atas kenapa ga bisa hehe. (Mungkin boleh di gunakan tapi halaman parkiran aja heheh),” tulis akun @gunawan.ptri.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


