KATASUMBAR – Penggantian 6 Menteri di Pemerintahan Jokowi menimbulkan perbincangan hangat di tengah warga.
Terlebih lagi, beberapa Menteri punya kedekatan khusus dengan Sumbar. Muhammad Lutfi menjabat Menteri Perdagangan, ia berdarah Minangkabau.
Sandiaga Uno adalah Mantan Cawapres yang menggantikan Wishnutama sebagai Menparekraf. Sandi dalam Pilpres lalu menang di Sumbar bersama Prabowo.
Lantas, seperti apa pengaruhnya untuk Sumbar?
Pengamat Politik Hardi Putra Wirman menilai, tidak ada keuntungan khusus pengangkatan menteri terhadap satu wilayah.
“Menteri bekerja tidak terfokus pada daerah atau wilayah. Mereka bertugas membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan,” sebut Doktor Ilmu Politik Lulusan Unpad tersebut, Kamis 24 Desember 2020.
Pergantian menteri, kata Hardi, adalah hal biasa, terlepas dari kinerja atau target yang diberikan tidak tercapai.
“Namun tentu ada muatan politisnya, selain karena kosongnya jabatan Menteri akibat kasus korupsi, pergantian Menteri terjadi tak lama setelah Pilkada Serentak,” sebutnya.
Pengamat Politik dari IAIN Bukittinggi itu mengatakan, pergantian Menteri juga membuka dan mengamankan jalan partai penguasa serta koalisinya untuk mempersiapkan figur yang akan bertarung di 2024.
“Keuntungan buat Sumbar, bisa saja jadi lebih cair dalam dukungan Paslon pada Pilpres mendatang,” lanjut Hardi.
Hal ini, kata Hardi, karena Capres-Cawapres yang warga Sumbar dukung pada Pilpres 2018 sudah berada dalam kabinet Presiden.
“Ada kemungkinan warga Sumbar punya pilihan selain Prabowo – Sandi karena bergabung dengan Pemerintah, dan elit politik lain bisa memanfaatkannya dalam mendulang suara di Sumbar,” pungkas Hardi.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


