KATASUMBAR – Sebilah tongkat dari era Padri masih tersimpan rapi di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Agam-Sumbar.

Tongkat itu memiliki keistimewaan sehingga terjaga hingga kini.

Tongkat diyakini milik Fakih Shagir Syech Djalaluddin (1753-1857 masehi), ulama besar sekaligus Regent (Bupati) Agam Tuo pertama.

Tokoh ini, hidup semasa gejolak Perang Paderi dan menulis kejadian bersejarah itu lewat sebuah buku berjudul “Naskah Fakih Shagir”.

‘’Panjang tongkat sekitar 1,5 meter. Bentuknya bulat kecil dan sangat pas dalam genggaman,’’ ucap warga lokal Rizal Sutan Mangkuto, baru-baru ini.

Tongkat tersebut, kata Mangkuto, memiliki sejarah sangat tinggi karena menjadi saksi Fakih Shagir dalam mensiarkan ajaran Islam di tengah kecamuk perang.

‘’Bahannya terbuat dari jenis manau yang sangat lentur dan tahan rayap,” ulasnya.

“di bagian bawahnya ada bekas sambungan yang dililit besi pipih, dahulunya patah,’’ sambung Mangkuto.

Ada hikayat terkait sambungan tongkat ini. Setelah Fakih Shagir wafat,  ada seseorang yang meminjam dan memakai tongkat. Entah kenapa ia memotong tongkat itu. Lalu, ia sakit keras.

‘’Kemudian, orang itu menyambung tongkat kembali dan sembuhlah ia dari sakit. Tongkat pun dikembalikan ke ahli waris Fakih Shagir hingga sekarang,’’ ujarnya.

Ia tak mengetahui fungsi dari tongkat tersebut, apakah untuk alat pertahanan diri atau sekedar penopang tubuh.

“Tongkat itu menjadi salah satu kebanggaan anak negeri dan semoga tetap bertahan,’’ ujarnya mengakhiri.

BACA KISAH PADRI LAINNYA DI BAWAH INI:

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.