KATASUMBAR – Sejumlah peninggalan penjajahan yang berada di Bukittinggi dilaporkan berada dalam kondisi telantar, termasuk Bungker peninggalan Jepang.
Dilansir dari KLIKPOSITIF, Sabtu 16 Oktober 2021, 2 Bungker Jepang itu telantar, tanpa perhatian dari Pemerintah Bukittinggi.
Bungker pertama berada di RT 2/RW 4 Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, tepatnya di Belakang Kantor PT Telkom.
Alat pertahanan Jepang di Kayu Ramang ini, fungsinya sedikit berbeda dibanding lubang perlindungan yang lain, sebab ini adalah pusat komunikasi telegram.
Panjang bungkernya, sekitar 30 meter dan dibangun pada 1942. Ruangannya ada 4, terdiri dari 2 ruang besar dan 2 kecil, ukuran ruangan besar sekitar 4×5 meter.
Kedalaman bungker, cukup hebat, sejauh 5 meter di bawah tanah. Dindingnya cukup tebal, sehingga dianggap tahan dari brondongan peluru.
Bungker ke dua, berada di Bukit Parik Natuang, Kelurahan Pulai Anak Aia, tepatnya di RT 02/RW 02 dan keberadaannya sedikit tersembunyi. Sering disebut Lubang Jepang Kasiak.
Fungsi bungker sebagai lubang perlindungan. Panjangnya sekitar 100 meter dengan 4 pintu masuk yang terhubung dengan sebuah lorong.
Lebar masing-masing lorong sekitar 3 meter dan tingginya 4 meter. Bungker ini sangat kokoh, dengan ketebalan betonnya lebih dari 30 centimeter.
Kedua bungker ini, keberadaannya tidak banyak diketahui orang, karena Pemerintah tak ada melakukan revitalisasi walau punya potensi sebagai situs cagar budaya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
