KATASUMBAR – Biro Psikologi SSDM Polri mengatakan warga masih trauma dengan kejadian banjir lahar dingin Gunung Marapi.

Seperti diketahui banjir lahar dingin ini terjadi pada Sabtu 11 Mei 2024 dan mengakibatkan puluhan korban tewas.

Tak hanya itu, banjir juga merusak banyak pemukiman maupun fasilitas umum.

“Melihat perkembangan yang ada, terutama karena masih ada dirasakannya aliran lahar dingin, tentunya membuat masyarakat masih ada rasa ketakutan,” ungkap Psikolog Utama Polri Brigjen Desy Andriani, Senin 20 Mei 2024.

Pakor Polwan RI asli Minang itu mengatakan ketakutan akan lahar dingin ini juga membuat masyarakat sulit untuk beristirahat atau tidur pada malam harinya.

“Hal ini tentu berdampak pada kondisi psikologi dari masyarakat. Dukungan kita semua sangat dibutuhkan karena trauma itu tak bisa hilang seketika,” kata jenderal bintang satu itu.

Dia mengatakan Biro SSDM Polri bekerja sama dengan Polda Sumbar melakukan kegiatan trauma healing khususnya pada anak-anak yang terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar dan Agam.

Selain itu, juga ada kegiatan pemeriksaan kesehatan dan tali asih kepada warga terdampak.

“Musibah ini menjadi ujian bagi kita semua, semoga kehadiran kami bisa berarti bagi semua,” kata dia.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.