KATASUMBAR – Lagu minang terutama yang lawas, banyak memiliki pesan dan makna tersirat.
Bait dalam lagu dituliskan secara apik berima seperti pantun sehingga lagu ini memiliki aura positif bagi yang mendengar.
Meski demikian, lagu ini tetap cocok dibawakan dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Berikut 7 lagu minang lawas yang banyak mengandung pesan moral, versi KATASUMBAR :
1. Basimpang Jalan
Lagu ini dipopulerkan Tiar Ramon. Nadanya sendu dan pelan namun dalam, cocok untuk healing.
Banyak pesan terkandung dalam liriknya seperti cara menghadapi fitnah, maupun pasrah pada ketetapan tuhan.
Seperti ini penggalan liriknya
Kelok jalan lai bapangka
Kelok lidah sumbarang jadi
Fitanah urang jikok didanga
Sansailah diri
2. Si Nona
Lagu ini bertempo cukup cepat dan diciptakan Sjamsu Arifin serta dipopulerkan Elly Kasim.
Liriknya sangat komparasi dengan zaman sekarang karena menceritakan tentang kepatutan seorang anak gadis yang suka keluyuran.
Lagu ini berpesan agar anak gadis segera berada di rumah saat hari sudah sore dan selalu menjaga sikap maupun penampilannya.
Penggalan liriknya :
Si Nona, si nona rang gadih mantiak
Jan suko, jan suko pai malala
Si nona, rang gadih nan jolong gadang
Jan suko, jan suko pai batandang.
3. Badindin
Lagu ini dipopulerkan duet Tiar Ramon dan Elly Kasim. Lagu badindin sangat terkenal karena musiknya yang energik dan banyak dipakai sebagai pengiring tarian minang.
Jika ditelisik, dalam penggalan liriknya, ada pesan agar kita tetap melestarikan budaya minang.
Ini penggalan liriknya :
Baralah tinggi oi si buruang tabang
Panek malayok ka inggok juo
Banyak ragamnyo oi budayo datang
Budayo kita kambangkan juo.
4. Ampun Mandeh
Lagu ini diciptakan sang maestro Syahrul Tarun Yusuf. Elly Kasim adalah penyanyi awal yang mempopulerkannya.
Dari judulnya kita sudah tahu jika lagu ini berisi permintaan maaf kepada ibu.
Liriknya mengisaratkan penyesalan mendalam.
Bukan denai malawan mandeh
Den turuikkan hati jo mato
Sampai den lupo jo pituah mandeh
Ampun kan denai yo mandeh
5. Rilakan Nan Tamakan
Lagu ini ciptaan Agus Taher, salah satu penyanyi yang mempopulerkannya adalah Ody Malik.
Liriknya juga bercerita kerinduan seorang anak perantau terhadap ibunya.
Ada bait penyesalan tergambar dan mendengarkan lagu ini membuat hati meleleh.
Ini penggalan liriknya
Balinangan mato balinang
Marinai isak tatahan mamang paratian
Mande kanduang den tagamang di rantau urang.
Tabayang tapian mande den tinggakan
Tangiang nyanyian malam
Mande den tinggakan.
Itulah 5 lagu lawas minang yang memiliki makna mendalam. Masih banyak lagu lainnya yang juga sarat makna.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


