KATASUMBAR – Kota Padang tengah ramai kasus pencabulan, bahkan menurut polisi kasus ini meningkat hampir 100 persen dibanding tahun lalu.
Peningkatan kasus ini menandakan Sumbar tengah darurat kekerasan seksual, apalagi dari 6 kasus yang santer belakangan, anak-anak yang banyak jadi korban.
Katasumbar telah merangkum beberapa fakta seputar kasus pencabulan di Padang. Berikut rinciannya:
- Korban paling banyak anak-anak
Kepolisian Resor Kota Padang mencatat, sejak awal November 2021, ada 5 kasus pencabulan yang ditangani, 1 lagi di akhir Oktober lalu.
Dari 5 kasus tersebut, 4 diantaranya yang menjadi korban adalah anak-anak. Pertama kasus pencabulan yang dilakukan guru mengaji di Lubuk Kilangan 12 November lalu.
Dalam kasus itu, korban diduga mencapai 3 orang. Begitu pula di kasus kedua, pada kasus ini yang menjadi korban adalah 2 bocah kakak beradik.
Keduanya diketahui diperkosa oleh keluarganya sendiri.
Kemudian kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh guru mengaji di kawasan Padang Timur. Dalam kasus itu, ada 3 orang yang telah melaporkannya pada polisi.
Namun dari pengakuan korban, polisi menduga korban dari sang guru mencapai 14 orang.
Selanjutnya kasus pencabulan di Kuranji. Kasus ini terjadi pada akhir Oktober lalu. Diketahui, seorang pria berumur 48 tahun mencabuli satu bocah berumur 6 tahun.
Berdasarkan data, sejak Oktober hingga 22 November jumlah anak-anak yang menjadi korban sesuai dengan proses hukumnya adalah 8 orang.
Jika korban guru mengaji di Padang Timur terbukti 14 orang, maka jumlah anak-anak yang menjadi korban adalah 22 orang.
- Kasus meningkat hampir 100 persen
Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir pada Senin (22/11) siang WIB mengatakan, angka pencabulan yang ditangani pihaknya sejak Januari hingga kini sudah 85 kasus.
Angka kasus ini meningkat tajam jika dibanding tahun 2020 lalu yang hanya sekitar 40 an kasus.
“Ada peningkatan yang tajam. Artinya sekarang ada masalah predator seksual yang harus jadi perhatian kita bersama,” katanya.
- Pelaku banyak lansia
Dari 6 kasus yang ditangani Polresta Padang sejak akhir Oktober lalu, pelaku yang paling banyak melakukan pencabulan adalah lansia.
Menurut catatan, pelaku rata-rata berumur 48 hingga 70 tahun.
Sedangkan, pelaku yang masih berumur di bawah 30 tahun hanya 1 orang. Dia adalah salah satu pelaku pemerkosaan dua bocah di Padang Selatan yang terungkap pada Rabu (17/11) lalu.
Pelaku diketahui masih berumur 23 tahun yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.
- Pelaku pencabulan masih orang terdekat
Dari catatan Polresta Padang dalam kasus sepanjang bulan November 2021 ini, dari 6 kasus yang ada, 4 di antaranya dilakulan oleh orang terdekat korban.
Seperti kasus pencabulan di Lubuk Kilangan dan Padang Timur. Dua kasus itu sama-sama dilakukan oleh guru mengaji para korban. Artinya, jarak antara pelaku dan korban sangat dekat.
Terburuk adalah kasus yang menimpa dua bocah di Padang selatan. Korban diperkosa oleh kakek, paman, kakak, sepupu dan tetangganya sendiri, yang notabene masih dekat dengan korban.
Selanjutnya masih pencabulan di Padang selatan, anak berumur 13 tahun dicabuli oleh ayahnya saat sedang tertidur.
- Sumbar darurat kekerasan seksual
Melihat kondisi pencabulan yang tengah marak saat ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menyatakan saat Sumbar tengah darurat kekerasan seksual.
Sikap demikian disampaikan lewat akun instagram resmi mereka @lbh_padang.
Dalam pernyataan itu, LBH Padang menegaskan status demikian bahwa soal kekerasan seksual telah menjadi ancaman.
Selain itu lembaga tersebut juga menilai bahwa RUU TPKS perlu segera disahkan dan Permendikbud nomor 30 tahun 2021 segera diimplementasikan.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


