KATASUMBAR – Warga di Riau tak perlu risau akan kebutuhan hewan kurban. Sebab, untuk kebutuhan itu puluhan ribu sapi telah didatangkan dari berbagai wilayah.
Sejumlah daerah yang menjadi pemasok terbesar sapi kurban adalah Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sumatera Barat (Sumbar).
Dilansir dari Riau.go.id, Jum’at 17 Juni 2022, Nusa Tenggara Timur menjadi pemasok terbesar, diikuti Bali dan terakhir Sumbar.
“Ketersediaan hewan kurban cukup, kita telah pasok ribuan sapi dari NTT, kemudian dari Bali dan Sumbar,” ucap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau, Herman.
Jumlah kebutuhan hewan kurban di Riau capai 42 ribu ekor. Herman memperkirakan, 70 persen pasokan sapi telah masuk ke Riau.
“Saat ini sudah disuplai di masing-masing daerah sebanyak kebutuhan. Sapi yang didatangkan ini jenis Sapi Madura,” sambung Herman.
Semua sapi kurban itu diangkut lewat perjalanan darat. Sisa pasokan dari NTT dan Bali masih dalam perjalanan menuju Riau.
Herman mengatakan, alasan dipilih jalur darat ketimbang laut karena pertimbangan bisnis dan minim resiko.
“Untuk biaya, sebenarnya lebih murah lewat laut. Bahkan juga lebih cepat, namun pemasok mempertimbangkan faktor resiko yang minim meski waktu lebih lama,” ujarnya.
Sedikit dari Sumbar
Khusus dari Sumbar, Pemprov Riau mendatangkan sapi dengan jumlah lebih sedikit. Hal ini karena Sumbar termasuk wilayah terdampak kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Namun, agar pasokan terpenuhi, Pemprov Riau tetap mendatangkan hewan kurban dari Sumbar yang betul-betul kesehatannya terjaga.
“Pemprov Riau memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan mendatangkan sapi dari Sumbar lewat pemeriksaan ketat,” ujar Herman.
Setiap hewan yang datang, kata Herman, Pemprov Riau akan mencek dan mengkonfirmasi langsung ke dinas terkait untuk memastikan sapi itu benar-benar terbebas dari PMK.
“Sumbar memang banyak kasus PMK, makanya kita perketat setiap hewan yang dipasok. Wajib ada surat kesehatannya,” ujarnya mengakhiri.
Virus PMK adalah virus yang bisa menyerang hewan berkuku genap/belah seperti sapi, domba, kambing, kerbau, serta babi.
Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku.
Untuk sapi yang terserang virus PMK, gejalanya bisa mengalami demam hingga 41 derajat celcius.
Selain itu, sapi juga kehilangan nafsu makan, serta penurunan produksi susu pada sapi perah.
Pada kasus lain, ada sapi yang suka menendangkan kaki serta menggosok-gosokan bibir atau gigi, jika terkena virus ini.
(*/riau.go.id)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


