KATASUMBAR — Berawal dari resep masakan peninggalan sang ibu, komika Praz Teguh mengembangkan bisnis kuliner bernama Warung Taburai. Usaha yang pertama kali hadir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, ini menawarkan konsep masakan rumahan dengan cita rasa kuat, terutama yang lekat dengan bumbu Minang.
Namun, ada satu hal yang membedakan Taburai dengan banyak rumah makan yang menjual nasi dan lauk bergaya masakan Minang. Praz Teguh secara tegas menyebut Taburai bukan warung Padang.
Nama Taburai sendiri memiliki cerita tersendiri. Menurut Praz, kata “taburai” berasal dari kata “terburai”, yang menggambarkan tekstur nasi yang digunakan. Nasi dibuat dari beras pera sehingga butirannya cenderung terpisah atau terburai ketika disajikan bersama lauk dan kuah.
Namun, filosofi Taburai tidak berhenti pada nama.
Berawal dari resep mendiang ibu
Taburai lahir dari cerita keluarga Praz Teguh. Resep yang digunakan di warung tersebut berasal dari masakan mendiang ibunya yang kemudian diteruskan kepada istrinya, Ai Qory.
Sebelum sang ibu meninggal, Praz dan istrinya disebut pernah berbicara mengenai keinginan untuk membuka usaha makanan. Keinginan tersebut kemudian diwujudkan Praz dengan membuka Taburai sebagai hadiah ulang tahun untuk istrinya sekaligus bentuk penghormatan kepada sang ibu.
Karena itu, konsep yang dibawa Taburai bukan sekadar menjual makanan, tetapi menghadirkan kembali rasa masakan rumahan yang menjadi bagian dari kehidupan keluarga Praz.
“Masakan Ibu” kemudian menjadi salah satu identitas utama Taburai. Konsep tersebut membuat makanan yang disajikan terasa lebih personal dibanding sekadar restoran yang menjual menu khas daerah.
Dari satu outlet hingga berkembang ke banyak kota
Taburai pertama kali dibuka di Jalan Kemang Utara, Jakarta Selatan. Dalam perkembangannya, usaha tersebut kemudian berekspansi ke berbagai wilayah.
Pada 2025, sejumlah pemberitaan menyebut Taburai telah memiliki beberapa cabang, mulai dari Jakarta, Bekasi dan wilayah lainnya. Perkembangannya kemudian semakin cepat.
Kanal resmi Taburai saat ini mencantumkan outlet di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Bekasi, Batam, Depok, Surabaya, Bogor, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Lampung dan beberapa lokasi lainnya.
Artinya, Taburai yang awalnya hanya berupa satu warung di Kemang kini telah berkembang menjadi jaringan usaha kuliner dengan belasan outlet.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa konsep makanan rumahan yang dibawa Praz tidak hanya menyasar konsumen asal Sumatera Barat, tetapi juga pasar yang lebih luas.
Ayam kecombrang menjadi salah satu menu andalan
Salah satu menu yang paling identik dengan Taburai adalah ayam goreng kecombrang.
Menu ini menggunakan ayam goreng yang dipadukan dengan kremesan berbumbu dan irisan bunga kecombrang. Aroma kecombrang menjadi salah satu karakter kuat hidangan tersebut.
Selain ayam kecombrang, Taburai juga menawarkan ayam kecap Taburai, dendeng cabe ijo, telur balado, tongkol balado, tunjang cabe ijo hingga ikan bakar.
Ada pula menu yang menjadi pilihan pelanggan seperti paru ojo dan berbagai lauk dengan sambal khas Taburai.
Menariknya, Taburai juga memberikan pengalaman makan yang sedikit berbeda. Nasi dan lauk disajikan bersama berbagai pelengkap, termasuk kuah kari atau kuah rempah yang dapat dicampurkan dengan nasi.
Bukan rumah makan Padang
Di sinilah identitas Taburai menjadi menarik.
Sekilas, orang yang datang ke Taburai bisa saja mengira sedang berada di rumah makan Padang. Ada nasi, lauk berbumbu pekat, sambal hijau, sambal merah, dendeng, tunjang dan berbagai makanan yang sangat dekat dengan tradisi kuliner Minangkabau.
Namun Praz Teguh justru menegaskan bahwa Taburai bukan rumah makan Padang.
Konsepnya lebih diarahkan sebagai warung masakan rumahan dengan resep keluarga. Karena itu, Taburai tidak sepenuhnya mengikuti pakem rumah makan Padang konvensional.
Salah satu contohnya adalah penggunaan ayam kecombrang sebagai menu unggulan. Menu tersebut bukan sekadar menu pelengkap, tetapi menjadi identitas rasa Taburai.
Bahkan, dalam salah satu ulasan awal Taburai, disebutkan bahwa restoran tersebut menyediakan bumbu rendang sebagai pelengkap, tetapi tidak menjadikan rendang daging sebagai menu utama. Ini menunjukkan bahwa Taburai memang mencoba membangun karakter sendiri, bukan sekadar meniru format rumah makan Padang.
Menggabungkan rasa Minang dengan konsep yang lebih santai
Perbedaan lainnya terletak pada cara Taburai membangun pengalaman makan.
Rumah makan Padang pada umumnya kuat dengan identitas daerah dan tradisi penyajian yang sudah dikenal luas. Taburai mengambil unsur rasa tersebut, tetapi mengemasnya sebagai makanan rumahan yang lebih santai.
Tagline yang digunakan Taburai, “Makan Santai Rasa Aduhai”, memperlihatkan konsep tersebut. Pengunjung tidak hanya ditawarkan makanan bercita rasa kuat, tetapi juga pengalaman makan yang sederhana dan dekat dengan keseharian.
Konsep inilah yang membuat Taburai dapat masuk ke pasar yang lebih luas. Konsumen tidak harus berasal dari Sumatera Barat untuk menikmati menunya.
Resep keluarga menjadi kekuatan bisnis
Di tengah banyaknya figur publik yang membuka bisnis kuliner, Taburai memiliki cerita yang menjadi pembeda.
Praz tidak sekadar menggunakan namanya sebagai merek. Ia membawa resep keluarga yang memiliki hubungan emosional dengan mendiang ibunya.
Resep tersebut kemudian diterjemahkan menjadi bisnis yang bisa dikembangkan ke berbagai daerah.
Dari warung kecil di Kemang, Taburai berkembang menjadi jaringan kuliner dengan banyak outlet. Bahkan pada 2026, Praz kembali mengembangkan bisnis kulinernya melalui restoran lain bernama Kejar Setoran. DetikFood menyebut kesuksesan Taburai telah membawa bisnis kuliner Praz ke tahap berikutnya.
Pada akhirnya, kekuatan Taburai bukan hanya pada nama Praz Teguh sebagai komika dan figur publik. Ada tiga hal yang menjadi fondasinya: resep keluarga, cita rasa rumahan, dan kemampuan mengemas makanan yang akrab bagi masyarakat Minang menjadi konsep kuliner yang bisa diterima pasar lebih luas.
Itulah yang membuat Taburai berada di posisi yang berbeda: rasanya mengingatkan pada rumah makan Padang, tetapi identitas yang ingin dibangun Praz Teguh adalah warung masakan rumahan miliknya sendiri.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
