Site icon Kata Sumbar

Daftar Tokoh Berpengaruh dari Nagari Sumpur Tanah Datar, Semuanya Didikan Surau

Surau Tuo di Sumpur/Fauzi Tarmizi

KATASUMBAR – Nagari Sumpur terletak di Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.

Wilayah ini terletak di tepian Danau Singkarak dengan keindahan alam memukau. Selain itu, Sumpur juga terkenal kukuh menjaga adat dan istiadatnya.

Di sini, banyak lahir anak bangsa yang menjadi pionir dalam berbagai bidang, dan jasa mereka tetap dikenang hingga kini.

Menariknya, ke semua tokoh ini belajar dan menghabiskan masa kecilnya di Surau, yang menjadi tempat pertama untuk belajar.

Semua tokoh ini lahir di periode awal atau jelang abad ke 19, mereka dianggap sebagai generasi emas Nagari Sumpur.

Berikut daftarnya, diperbaharui pada Jum’at 21 Juli 2023.

1. Chatib Sulaiman

Source/Wikipedia

Ia lahir sekitar tahun 1906, merupakan tokoh penting semasa pergerakan kemerdekaan.

Chatib berprofesi sebagai seorang guru dan ia terlibat langsung dalam PDRI. Didikan surau mempengaruhi karakternya dan menjadikannya sebagai tokoh penting di masanya.

Pergerakannya dianggap membahayakan, sehingga Belanda pernah membuangnya ke Kutacane Aceh.

Pulang dari pembuangan, Chatib membentuk Gyugun yang menjadi cikal bakal TNI di Sumbar.

Sayangnya, ia wafat dalam usia sekitar 43 tahun di Situjuah Batur karena disergap Belanda.

Kini, Chatib digadang-gadang layak menjadi Pahlawan Nasional.

2. Abdul Hamid Hakim

Source wikipedia

Lebih populer disebut Angku Mudo Hamid, Abdul Hamid Hakim lahir sekitar tahun 1893. Beliau adalah ulama terkemuka yang menjadi murid kesayangan Haji Rasul (Ayah Buya Hamka).

Hamid merupakan Pimpinan Perguruan Sumatera Thawalib dan KUI periode 1926 hingga 1959.

Ia terkenal akan hobinya membaca sehingga kecerdasannya diakui banyak orang.

Selain itu, Hamid juga diketahui menulis banyak buku atau kitab yang saat ini masih menjadi referensi di Thawalib.

Hamid juga terkenal akan kesederhanaannya, bahkan jubahnya memakai banyak tambalan.

Hamid mendidik sejumlah orang yang kemudian menjadi orang besar di Indonesia seperti AR Sutan Mansyur, Hamka, Rasuna Said hingga Mukhtar Yahya.

3. Muhammad Rajab

Source/Fauzi Tarmizi

Ia lahir sekitar tahun 1913, lebih dikenal sebagai seorang jurnalis, penerjemah maupun pengarang buku handal.

Salah satu buku paling terkenalnya berjudul Semasa Kecil di Kampung. Di buku ini, Rajab menceritakan masa kecilnya di Sumpur termasuk pendidikan agama yang ia tempuh.

Rajab meninggal pada 1970. Balai Pustaka mencatat, Rajab adalah seorang lulusan Fakultas Hukum dan Ilmu Kemasyarakatan UI Jurusan Publistik.

Sejumlah karya lain yang ia hasilkan adalah Catatan di Sumatera, Dongeng-dongen Sulawesi Selatan, Perang Padri di Sumatera Barat.

Tokoh Masyarakat Sumpur H.Yohanes didampingi Keturunan ke 5 dari Pewaris Rumah Gadang Chatib Sulaiman, Fauzi Tarmizi mengatakan, periode tersebut memang banyak lahir sosok berpengaruh di Sumpur.

Bahkan, mereka sepakat jika saat itu adalah generasi emas dari Sumpur, dan semuanya adalah produk asli Surau.

Masih ada beberapa nama top lainnya semisal Barnawi Latif yang merupakan ajudan Bung Hatta dan ikut dibuang ke Digul.

Lalu ada nama Ibrahim Ahmad, perintis kemerdekaan dari Thawalib Padang Panjang, serta Bahauddin Lathif, ulama sekaligus suami dari Rahmah El Yunusiah dan ada lagi seorang ulama yang disebut Angku Mudo Amin atau Aminullah.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version