Site icon Kata Sumbar

Warga Agam Korban Penyekapan di Myanmar Sudah Tiba di Indonesia, Begini Kondisinya

WNI yang minta pulang dari Myanmar salah satu mengaku dari Agam, Sumbar (Screenshot)

KATASUMBAR- Dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyekapan di Myanmar, termasuk seorang perempuan asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dikabarkan telah kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat, Jupriyadi, membenarkan informasi tersebut setelah menerima konfirmasi dari BP3MI Kepulauan Riau.

“Tadi pagi saya mendapat kabar dari Kepala BP3MI Kepri bahwa kedua WNI tersebut sudah tiba di shelter BP3MI Kepri,” ujar Jupriyadi kepada Katasumbar, Kamis (30/7/2026).

Meski demikian, Jupriyadi mengaku belum menerima informasi lengkap mengenai kronologi kepulangan kedua WNI tersebut dari Myanmar ke Indonesia.

“Sekarang mereka sudah di Kepri. Tapi saya belum mendapatkan kronologi lengkapnya. Nanti akan saya cek lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, proses penyelamatan kedua WNI tersebut dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar.

“Kemarin kementerian sudah melakukan langkah cepat bersama KBRI dan mengirimkan berbagai surat untuk proses penyelamatan,” jelasnya.

Jupriyadi memastikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi kedua korban saat ini dalam keadaan baik.

“Untuk kondisinya, kabarnya baik-baik saja,” terangnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan dua perempuan meminta pertolongan karena mengaku disekap di Myanmar. Salah satu dari mereka diketahui merupakan warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam video tersebut, kedua perempuan mengaku menjadi korban penyekapan dan diminta membayar uang tebusan hingga ratusan juta rupiah agar dapat dibebaskan.

BP3MI Sumatera Barat kemudian berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam dan memastikan salah satu korban bernama Ayu merupakan warga Agam.

Berdasarkan hasil penelusuran, Ayu berangkat dari Sulawesi untuk menemui rekannya, Susi, warga Tanjung Pinang. Keduanya kemudian menuju Batam, melanjutkan perjalanan ke Malaysia, sebelum akhirnya masuk ke Myanmar melalui jalur tidak resmi.

“Keberangkatan mereka memang tidak melalui prosedur resmi. Mereka berangkat dari Sulawesi ke Batam, kemudian ke Malaysia, lalu masuk ke Myanmar,” ujarnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version