KATASUMBAR – Letusan Gunung Marapi menjadi perhatian Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Ia pun secara khusus persoalan keamanan.
Di sela kunjungan ke Nusa Dua, Bali pada Kamis (7/12), Ma’ruf Amin menegaskan perihal peringatan dini potensi bencana.
Khusus di Marapi, ia meminta pengamanan di kawasan sekitar gunung harus diperktat dan pembenahan perlengkapan peringatan dini.
Sebab perlengkapan untuk pemantauan aktifitas gunung api sangat dibutuhkan oleh petugas pemantau. Sehingga begitu terjadi bencana, ada peringatan yang disampaikan ke masyarakat.
“Seperti tadi dikatakan ada yang dicuri ya, itu supaya pengamanannya (diperketat).”
“Jadi ke depan hal-hal seperti ini harus lebih dibenahi, hal-hal yang mencegah kemungkinan terjadinya pendakian pada saat situasi berbahaya,” katanya.
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pencurian alat deteksi itu sudah beberapa kali terjadi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga mengadakan rapat dengan seluruh kepala daerah untuk menghadapi potensi bencana di daerah masing-masing.
“Kami lakukan evaluasi mulai dari sistem peringatan dini yang harus dipikirkan langkah-langkah untuk bagaimana peralatan tersebut tidak sampai dicuri.”
“Dijaga melalui kerja sama dengan kepolisian, dengan yang menjaga konservasi, polisi hutan di sana,” kata Tito.
Selain sistem peringatan dini, menurut Tito, setiap daerah juga harus aktif menyelenggarakan simulasi respons bencana.
Menurutnya tiap daerah mestinya sudah punya standar operasional saat bencana terjadi.
“Masing-masing daerah perlu melakukan drill (simulasi) sehingga jangan sampai terjadi kejadian baru responsif.”
“Jadi sudah ada langkah-langkah kalau terjadi apa-apa ada plan A, plan B-nya,” pungkasnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
