Site icon Kata Sumbar

Usaha Rumahan 2020, Penghasilan Wanita Ini Saingi PNS

Usaha rumahan melani yang baru dijalaninya selama 10 bulan

KATASUMBAR – Buka usaha rumahan atau usaha mikro menjadi solusi pada masa Pandemi ini. Seolah-olah tak ada penyebaran virus COVID-19, Melani Syafitri, warga Pariaman – Sumbar malah meraup untung berkat bisnis barunya. Ini bisa menjadi kisah inspiratif masa pandemi bagi banyak orang.

Wanita singel parent yang berusia 28 tahun itu, yang pada awalnya bekerja pada salah satu warung nasi, kini telah punya usaha rumahan mandiri dengan omzet 4 hingga 5 juta rupiah sebulan, dan penghasilan wanita ini mampu saingi PNS.

Pendapatan wanita itu setara dengan penghasilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan IVe. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019, besaran gaji PNS Golongan IVe adalah Rp.3.593.100 hingga Rp.5.901.200.

Melani Syafitri saat ditemui di rumahnya kawasan Kampung Sato, Desa Pauah Timur, Kota Pariaman Senin (11/1/2021), tampak sedang membuat pot bunga dari sabut kelapa.

Wanita yang hanya menempuh pendidikan sekolah dasar itu mengatakan, usaha rumahan miliknya baru ada saat pandemi corona melanda.

“Usaha ini saya rintis sudah 10 bulan, tepatnya saat pandemi corona. Usaha yang saya tekuni adalah membuat pot bunga dengan bahan utamanya dari sabut kelapa,” ungkap Melani, Senin 11 Januari 2021, yang dikutip dari klikpositif.com.

Menurut Melani, sehari dia bisa membuat 3 hingga 4 pot bunga, tergantung tingkat kerumitan.

Dia menceritakan, usaha rumahan yang digelutinya berawal saat dirinya berhenti bekerja di warung nasi.

“Karena tidak ada pekerjaan maka saya berusaha mencari informasi terkait usaha yang bisa saya kerjakan. Saat itu saya melihat di media sosial (FB atau Facebook) teman, terkait unggahannya tentang kerajinan pot bunga dari sabut kelapa,” ungkap Melani.

Lalu dari video itu, katanya lagi, dia mempelajari tingkat kesulitan serta bahan baku untuk pembuatan pot.

“Nah ternyata tidak terlalu sulit, bahkan untuk bahan baku seperti sabut kelapa untuk di Kota Pariaman cukup mudah ditemukan. Kenapa tidak saya coba membuatnya,” kata Melani.

Semangat Melani untuk memulai usaha rumahan timbul dari unggahan FB tersebut. Dengan modal seratus ribu rupiah dia membeli sabut kelapa dan kawat untuk membentuk pola pot bunga.

“Dengan uang seratus ribu saya beli sabut kelapa dan kawat. Saya coba membuat satu pot bunga dan menjajakan di FB. Nah ternyata banyak yang minat. Maka dari itu saya beranikan menambah modal semampunya untuk membuat pot bunga lebih banyak lagi,” jelas Melani.

Saat itu Melani telah mampu membuat belasan pot bunga dengan berbagai bentuk dari sabut kelapa.

“Orderan datang dari sejumlah orang yang tidak hanya warga Pariaman. Ada yang memesan dari Medan, sebanyak 100 pot bunga. Saat ini saya telah punya pasar tetap atau yang membeli yaitu dari Padang. Setiap minggu saya harus menyediakan berbagai pot bunga mulai seharga 1 juta hingga 2 juta rupiah,” ungkapnya.

Melani juga mengatakan, hingga saat ini dia sangat optimis dengan usaha rumahan miliknya dan akan mengembangkan usaha dengan membuat dua cabang di Kota Pariaman.

Terkait bahan baku, saat ini dia tidak lagi memesan sabut kelapa dalam jumlah satu karung saja. “Karena yang mesan cukup banyak maka saya beli sabut kelapa dalam ukuran bal. Satu bal sabut kelapa itu beratnya 100 kilogram dengan harga lima ratus ribu rupiah,” jelas Melani.

Melani mengatakan, saat ini usaha rumahan nya itu terkendala tempat. Sementara untuk tenaga kerjanya ada adik dan kakaknya yang siap membantu.

“Alhamdulillah usaha ini masih berjalan dan akan dikembangkan lagi. Terkait pemasaran saya memilih secara online melalui media sosial. Saya juga masuk pada pasar online seperti Shopee dengan nama GB Flower,” jelasnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version