Site icon Kata Sumbar

Tips Mudik dari Pulau Jawa ke Sumbar via Jalur Darat, Lengkap dengan Lokasi Jalan Rusak & Tarif Tol

Aktivitas pemudik di jalur lintas Sumatera

Aktivitas pemudik di jalur lintas Sumatera

KATASUMBAR – Perjalanan mudik dari Pulau Jawa ke Sumbar via jalur darat menjadi pilihan yang tepat, dengan keterbatasan tiket transportasi umum.

Perjalanan mandiri melintasi jalur lintas Sumatera ini bisa jadi pilihan yang tepat, sebab pemudik bisa menghemat biaya.

Selain biaya, pemudik harus mempersiapkan fisik dalam kondisi baik, mengecek kesiapan kendaraan hingga keuangan.

Pastikan bahan bakar mobil terisi penuh, uang elektronik sesuai tarif tol terbaru dan aplikasi pembayaran kapal penyeberangan.

Sebab, dalam kondisi tertentu pemudik akan kesulitan untuk mengatasi masalah di jalanan. Seperti kehabisan bahan bakar, dan kerusakan kendaraan.

Lantaran meningkatnya volume kendaraan bisa membuat waktu perjalanan jadi lebih panjang, dan hal itu akan menguras energi pemudik.

Perjalanan dari Pulau Jawa khususnya Jakarta ke Sumbar (Kota Padang), bisa menghabiskan waktu sekitar 36 jam, bahkan bisa lebih pada waktu tertentu.

Maka, Katasumbar pun sudah menghimpun beberapa tips yang bisa dimanfaatkan pemudik dari melakukan perjalanan darat dari Pulau Jawa ke Sumatera.

Tips Mudik via Darat

1. Manajemen Waktu

Perjalanan mudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, akan terasa peningkatannya saat melintasi Jakarta-Merak.

Pada situasi normal, perjalanan dari Jakarta ke Pelabuhan Merak bisa menghabiskan waktu antara 2,5 hingga 3 jam.

Namun pada saat arus mudik, durasi perjalanan bakal lebih lama, dengan meningkatnya volume kendaraan.

Apalagi ada beberapa titik di jalan tol tengah dalam perbaikan yang diperkirakan bisa selesai sebelum akhir pekan.

Jadi pemudik penting untuk memanajemen waktu keberangkatan agar perjalanan lebih efektif dan tidak terjebak kemacetan panjang.

2. Pesan Tiket Lebih Awal

Sebelum tiba di pelabuhan Merak, usahakan memesan tiket terlebih dahulu melalui aplikasi Ferizy.

Ada beberapa ketentuan pemesanan berikut informasinya tersedia di aplikasi.

Termasuk pemesanan yang hanya dapat dilakukan 4710 meter sebelum pelabuhan Merak.

Apabila terlewat, maka penumpang boleh kembali atau menggunakan jasa pembelian tiket di sekitar pelabuhan, namun Rp20.000-30.000 lebih mahal.

Saat akan menyeberang, ada jalur cepat dan reguler yang bisa dipilih pemudik. Hal ini bertujuan agar macet panjang pada 2022 silam tidak kembali terulang.

3. Istirahat Cukup

Perjalanan dari Jakarta ke Merak akan sangat menguras tenaga, apalagi saat puncak arus mudik yang diprediksi menimbulkan antrian kendaraan.

Kondisi demikian akan membuat energi pemudik terkuras, dan akan mudah merasa lelah.

Jadi sangat disarankan agar pemudik beristirahat yang cukup, dengan memanfaatkan waktu luang. Misal saat penyeberangan dari Merak ke Bakauheni.

Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Bakauheni, Lampung bagi kelas reguler adalah 3 jam. Pada saat di kapal, penumpang bisa menggunakan fasilitas di dalam kapal.

Nah itulah waktu ideal yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sejenak, sebelum kemudian berhadapan dengan jalur lintas Sumatera.

4. Pastikan e-Toll Terisi

Turun dari kapal, kendaraan pemmudik bisa langsung melaju melalui tol hingga Palembang, Sumatera Selatan.

Pengguna Tol dari Bakauheni ke Terbanggi Besar harus merogoh kocek Rp189.500. Sedangkan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung tarifnya Rp 170.500.

Terakhir ada Tol Kayu Agung – Kramasan tarifnya Rp 50.000. Jadi secara total tarifnya Rp410.000.

Sementara itu, apabila pemudik meneruskan dari Palembang sampai Indralaya hingga ke Prabumulih, maka tarifnya ditambah Rp170.000.

Nah dengan biaya yang cukup tinggi tersebut, pemudik penting untuk memastikan saldo kartu e-Toll terisi cukup.

Sehingga tidak perlu membuang waktu lebih lama mengisi ulang kartu pembayaran di pintu tol.

5. Waspada Kondisi Jalan

Jalur lintas Sumatera, khususnya di bagian Timur, pemudik akan sering menemukan kondisi jalan yang rusak.

Menurut informasi, permukaan jalan yang rusak tersebut akan ditemui pemudik begitu keluar dari tol Sumatera Selatan.

Ada banyak lubang sangat mengganggu laju mobil, mulai dari ukuran kecil dan sedang.

Perbaikan jalan saat ini memang sedang berlangsung, diharapkan selesai lebih cepat. Jika tidak, maka akan menimbulkan kemacetan.

Kondisi jalan rusak kemudiann akan ditemui ketika memasuki Bayung Lencir Jambi. Disana terbilang cukup banyak jalan rusak sering ditemui.

Pemudik harap waspada, terutama bila berkendara di malam hari. Sebab bisa mengancam keselamatan.

Kondisi jalan yang rusak dan berlubang itu, akan ditemui pemudik hingga memasuki Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Khusus wilayah Dharmasraya, juga ada skema buka tutup karena proses pengecoran jalan.

Setidaknya sekitar 5km, pengendara harus bersabar dengan kecepatan 20-30 km/jam, sebelum kemudian melintasi Sitinjau Lauik yang membelah Kabupaten Solok dan Kota Padang.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version