Site icon Kata Sumbar

Terungkap! Ini Penyebab Fenomena Semburan Air Panas Pasca Gempa Guncang Pasaman

KATASUMBAR – Fenomena semburan air panas dari tanah sempat bikin heboh pasca gempa mengguncang Pasaman dan Pasaman Barat, Jumat (25/2).

Fenomena ini terjadi beberapa saat setelah terjadinya gempa yang mengguncang kawasan itu.

Tampak dalam video yang diterima, air keluar dari tanah dan jika tersentuh maka airnya akan terasa panas.

Informasi ini diketahui dari penelusuran KLIKPOSITIF, grup KATASUMBAR.

Hanya saja semburan air tidak terlalu tinggi, dan terlihat seperti air sedang mendidih.

Dalam video tampak pula, air yang berwarna gelap itu terus mengalir seperti ada sumber air di bawahnya.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Labuah Kaciak Jorong Padang Baru Nagari Ganggo Hilia Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman, Sumbar.

Fenomena ini kemudian mengundang pendapat dari para ahli. Salah satunya dari Ahli Geologi Lingkungan, Wisnu Arya Gemilang.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pasaman memiliki lapisan tanah atau Litologi Aluvium yang terdiri dari lanau, pasir, dan kerikil.

Sementara jenis akuifer atau lapisan yang terdapat di bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air Pasaman berjenis sedang.

Akuifer Pasaman ini, kata dia terutama berupa pasir, kerikil, tufa batuapung dengan keterusan sedang.

Dengan kondisi ini, memungkinkan Pasaman memiliki lapisan berupa endapan pasir pada kedalaman 0-8,5 meter.

Kemudian pada kedalaman >9m, ditemukan lapisan yang mengandung air hanya bersifat menerus di bagian bawah lapisan aluvial.

“Begitupun pada penampang kedua terlihat lapisan air berada menerus di kedalaman >7.5m,” katanya.

“Kondisi tersebut sangat berpotensi memiliki pergerakan tanah apabila terjadi gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 5 SR,” jelas dia.

Ia juga menyebutkan pada saat getaran gempa cukup tinggi, akan berakibat terbukanya beberapa rekahan.

“Sehingga air dengan mudah keluar melalui rekahan-rekahan tersebut dan membawa material tanah lunak di atasnya,” tutur Wisnu.

Selain itu, adanya keluaran air panas, dapat diinterpretasikan bahwa di sekitar segmen Sesar Sumatera.

“Sehingga apabila terjadi maka pergerakan akan berpotensi menimbulkan sebuah hotspot (sumber panas),” paparnya.

Setelah itu, sebut Wisnu, air yang menyentuh hotspot melalui rekahan batuan akan membentuk air panas.

Lalu saat terjadi gempa akan keluar bersamaan dengan tanah lunak.

“Faktor-faktor geologi inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya pergerakan tanah pasca peristiwa Gempa 6.2 SR di Kabupaten Pasaman Barat,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version