Site icon Kata Sumbar

Terdampak Gempa M7.8 Turki, Mahasiswa Asal Sumbar Bertahan Hidup dari Bantuan

gempa-turki

Ilustrasi Gempa Turki/The Indian Express

KATASUMBAR – Dua orang mahasiswa asal Sumatera Barat dilaporkan juga turut terdampak gempa M7.8 yang mengguncang Turki.

Adapun 2 orang mahasiswa tersebut merupakan alumni Kauman, Kota Padang Panjang.

Menurut informasi yang diterima Katasumbar dari salah seorang mahasiswa asal Sumbar yang menetap di Kota Bartin, Rahmi, 2 mahasiswa itu menetap di Kahramanmaras.

“Mereka berkuliah disana. Daerah yang mereka tempati merupakan salah satu kawasan terdampak parah,” kata Rahmi pada Katasumbar.

Ia menjelaskan, saat kejadian, dua orang mahasiswa tersebut sempat tidak bisa dihubungi.

“Mungkin karena gempa merusak jaringan komunikasi.”

“Tapi setelah itu, keduanya saya dapat kabar sudah dievakuasi ke KBRI Ankara,” jelas dia.

Untuk bertahan hidup, mahasiswa asal Sumbar itu hidup dari bantuan masyarakat, serta bantuan logistik dari KBRI sendiri.

Menurut Rahmi, mahasiswa Indonesia disana langsung menggalang bantuan untuk rekan mereka yang terdampak.

“Alhamdulillah sekarang mereka sudah aman. Sembari kami juga waspada dengan adanya potensi gempa susulan,” beber dia.

Senada dengan Rahmi, mahasiswa asal Sumbar lainnya yang berasal dari Padang, Lulu Nisa Amali juga mengucap hal yang sama.

Secara garis besar menurut dia, mahasiswa dari Indonesia selamat dari dampak gempa tersebut.

“Kalaupun ada yang terdampak, itu hanya luka sedikit saja. Yang sampai jadi korban jiwa, sejauh ini tidak ada,” ungkap Lulu.

Demi memastikan keamanan saudara setanah air mereka di Turki, Rahmi dan Lulu pun rajin berkomunikasi dengan kerabatnya di Turki.

“Ya kami sering berkomunikasi satu sama lain. Alhamdulillah semua sekarang sudah aman,” pungkas Lulu.

Pemerintah Galang Bantuan

Melihat dampak gempa yang mengguncang Turki dan Suriah, Senin (6/2) lalu, Pemerintah Kota Padang pun menggalang bantuan.

Hal itu diungkapka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Padang, Fuji Astomi.

Ia mengatakan, Pemko Padang siap untuk memberikan bantuan. Namun begitu pihaknya harus mematuhi mekanisme yang ada.

“Nantinya bakal kita diskusikan dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang mempunyai link agar bantuan tersebut tepat sasaran,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan data yang dihimpun CNN, hingga kini tercatat jumlah korban gempa Turki telah mencapai 7.926 orang.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi korban meninggal di Turki dan Suriah per Selasa (7/2).

Wakil Presiden Fuat Oktay melaporkan korban tewas di Turki mencapai 5.894 dan yang terluka 34.819 jiwa.

Sementara itu, Pertahanan Sipil Suriah atau yang dikenal White Helmets melaporkan jumlah korban di Suriah barat laut mencapai 1.220 jiwa.

Mereka menyatakan jumlah korban akan terus meningkat karena ratusan orang masih terjebak di reruntuhan.

“Tim kami terus melakukan pencarian dan operasi penyelamatan di tengah situasi yang sulit,” demikian menurut pernyataan resmi Pertahanan Sipil Suriah, seperti dikutip CNN.

Beberapa pihak menilai korban tewas di Suriah tak jelas lantaran wilayah terdampak gempa dikuasai kelompok pemberontak.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version