Site icon Kata Sumbar

Tangkal Kenaikan Harga Akibat Bencana, Pemprov Sumbar Datangkan Sembako dari Jateng

Ruas jalan di Silaiang yang putus akibat banjir bandang

Ruas jalan di Silaiang yang putus akibat banjir bandang

KATASUMBAR – Pemerintah Provinsi Sumbar sudah melakukan langkah antisipasi kenaikan harga sembako akibat bencana banjir lahar dingin.

Musibah yang terjadi pada akhir pekan lalu itu membuat akses jalan nasional di Silaing, Tanah Datar putus total.

Sehingga berpengaruh pada distribusi sembako, apalagi dengan tingginya curah hujan, juga membuat sejumlah ruas jalan nasional lainnya rawan terkena longsor.

Dengan kondisi demikian, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pemerintah akan mengandalkan produk sembako dari luar Sumbar

“Jika diperlukan, kita berencana untuk mendatangkan produk hortikultura dari Jambi dan Jawa Tengah,” katanya.

Menurutnya itu akan bisa membantu. Sebab beberapa ruas jalan dari dan menuju sentra produksi pertanian di Sumbar rusak akibat diterjang banjir bandang.

Kepala Dinas Pangan Sumbar Syaiful Bahri membenarkan, ia mengaku sudah melakukan mitigasi ketersediaan pasokan tiga komoditas strategis.

Masing-masing beras, cabai merah, dan bawang merah. Jika terjadi kenaikan harga beras, BULOG diminta melakukan operasi pasar.

“Kita sudah komunikasi dengan BULOG. Stok beras mereka sangat mencukupi ada 21 ribu ton di gudang,” ungkapnya.

Sementara untuk cabai merah, telah dilakukan kerjasama dengan perantau Minang yang berkecimpung dalam asosiasi petani dan pengusaha cabai merah Indonesia.

Mereka membantu mendatangkan cabai merah dari Magelang, Jawa Tengah dan Sleman, Yogyakarta. Kemudian juga ada kerjasama antar pedagang dari Brastagi, Sumatera Utara.

“Sampai saat ini harga cabai merah di pasaran masih stabil. Kalau ada peningkatan harga.”

“Kita tinggal telpon yang dari Jawa Tengah, mereka sudah komitmen dengan kita,” ujarnya.

Kemudian untuk komoditas bawang merah tidak perlu dikhawatirkan. Sebab wilayah sentra di Kabupaten Solok masih masa panen.

Sementara terhadap komoditas sayur-mayur, pihaknya mengimbau petani di wilayah yang tidak mengalami gangguan untuk lebih mengutamakan menjual produknya ke pasar lokal daripada memenuhi permintaan luar daerah.

“Jangan semua dijual ke luar daerah. Misalnya kalau produksinya 100 ton, jual ke pasar lokal 50 dan ke luar daerah 50.”

“Bantu juga daerah dalam kondisi saat ini,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version